Menghitung Kebutuhan Semen Ketika Memasang Desain Keramik Lantai

Fitri Tamara 0

Menghitung Kebutuhan Semen Ketika Memasang Desain Keramik Lantai

Dalam mendesain sebuah rumah tentu saja keramik perlu diperhitungkan sebagai finishing terbaiknya. Keramik merupakan material finishing lantai yang sangat diminati oleh masyarakat karena dengan keramik kesan rumah akan jadi lebih modern dan cantik.

Didalam membangun sebuah rumah sendiri kebutuhan semua material utamanya semen dan juga pasir perlu dipersiapkan, begitu juga dengan pemasangan keramik.

Untuk memasang keramik pada rumah Anda, material yang akan sangat Anda butuhkan diantaranya adalah pasir, semen, air, nat semen dan juga keramik.

Lantas pertanyaannya adalah, ada berapa kebutuhan material semen untuk pemasangan keramik yang diperlukan? Mungkinkah sebanyak semen yang dibutuhkan untuk bangun rumah?

Tentu saja tidak. Tidak akan sebanyak kebutuhan atas semen ketika Anda membangun sebuah rumah.

Akan tetapi tetap, walau dibutuhkan tidak dalam jumlah yang banyak, Anda masih perlu berusaha secermat mungkin dalam menghitungnya. Dan berikut kami berikan informasi menghitung kebutuhan semen ketika memasang desain keramik lantai.

Cara Menghitung Kebutuhan Semen Ketika Memasang Desain Keramik Lantai

Sebelum kita melakukan hitung – hitungan soal jumlah kebutuhan semen alangkah baik kalau kita mengenal dulu segi teknis – teknis pelaksanaannya. Jika Anda akan mengeramik rumah 1 lantai maka Anda perlu rabat beton lebih dulu.

Hal ini dimaksudkan agar dapat menghindarkan dari keretakan – keretakan jika nantinya tanah yang dibuat rumah diurug mengalami kembang atau susut. Akan tetapi jika yang akan dikeramik adalah lantai 2 maka Anda tidak perlu rabat karena terdapat plat lantai dibawahnya.

Untuk rumah 1 lantai sendiri, rabat beton yang cocok untuk Anda yaitu dengan tebal 5 cm dan kemudian Anda urug dengan menggunakan pasir yang tebalnya sekitar 5 cm kemudian Anda lakukan screeding dengan campuran semen pasir sebagai perekat pada keramik.

Sesuai dengan SNI maka sudah ditetapkan mengenai koefisien material yang akan digunakan yaitu :

http://1.bp.blogspot.com/-bNnavi7Z1Jk/VcMLwuVXPGI/AAAAAAAAA7w/kH6u_pAspPM/s400/Capture.PNG

Dari nilai yang ada diatas, Anda dapat coba hitung berapa jumlah kebutuhan semen dan juga berapa kebutuhan pasir untuk keramiknya.

Misalkan Anda akan memberikan finishing keramik pada lantai yang memiliki ukuran 10 x 5 meter dengan ukuran keramik yang Anda gunakan adalah 30×30 cm maka berapa kebutuhan material yang Anda perlukan?

Jika luas lantai Anda 10 x 5 = 50, luas 1 keramik 0,3 x 03, m = 0,09 m dan kebutuhan keramik 50/0,09 maka 556 buah dengan isi perdusnya adalah 11 buah. Maka yang Anda butuhkan adalah 51 dus.

Buangan 7%*556 buah = 39 buah dan nantinya kebutuhan total keramik Anda adalah 556+39 buah = 595 buah. Nantinya bobot waste ini juga tergantung dari tingkat kerumitan pemasangan keramik dan banyaknya perkiraan potongan keramik.

Sementara untuk menghitung semennya, koefisien SNI untuk semen 10 kg dan luas lantai 50 m2 maka total kebutuhannya adalah 50 x 10 = 500 kg atau sekitar 12,5 sak.

Untuk menghitung jumlah pasir dengan koefisien SNI 0,045 dan luas lantai 50 m2 maka kebutuhan totalnya adalah 50 m2 x 0,045 = 2,25 m3.

Sementara untuk menghitung jumlah semen warna atau nat dengan koefisien SNI untuk semen warna 1,5 kg, dan luas lantainya 50 m maka total kebutuhannya adalah 50m2 x 1,5 kg = 75 kg.

Demikian sedikit rumus dan ilmu didalam perhitungan semen ketika akan memasang keramik. Itu juga kapasitas yang Anda butuhkan.

Semoga informasi yang kami berikan diatas mengenai Cara Menghitung Kebutuhan Semen Ketika Memasang Desain Keramik Lantai bermanfaat.

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.