Menilik Harta Kekayaan Ketua DPR RI Puan Maharani

Wakil Presiden pertama Indonesia – Bung Hatta, sempat diberitakan “mengidam” sepatu Bally dan sampai akhir hayatnya tidak sempat memiliki sepatu yang pada zamannya termasuk mewah tersebut. Bumbu sentimentilnya, ia selalu menyimpan potongan iklan koran sepatu itu – jika saja suatu hari punya uang cukup, Bung Hatta akan ke toko yang tercantum di iklan dan membelinya.

Patut digaris bawahi bahwa kondisi itu dialami Bung Hatta dengan status yang sebenarnya sungguh mentereng – ia adalah co-founder negara ini. Status berikutnya adalah pria kelahiran 1902 tersebut adalah Wakil Presiden. Dua buah status yang tidak akan sama keadaannya kalau saja beliau menjabat di zaman ini.

Pasalnya dibandingkan dengan keadaan pejabat negara zaman sekarang, kualitas hidupnya sangat jauh. Kita bandingkan dengan Ketua DPR-RI periode ini, Puan Maharani. Kebetulan kekerabatan keduanya tidaklah asing karena Puan adalah cucu dari Soekarno, sosok mantan Presiden dimana pada zaman yang sama, Bung Hatta menjadi wakilnya.

Menurut keterangan dari LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), ia memiliki total harta senilai Rp 364.499.738.968, terdiri dari aset tanah dan bangunan – dan sebagian lagi merupakan surat berharga.

Anak dari pasangan Taufik Kiemas dan Megawati Soekarnoputri ini juga memiliki 10 kendaraan senilai Rp 1.530.000.000. Sejujurnya untuk ukuran kendaraan zaman sekarang, total harga itu belumlah wah. Yang menonjol adalah motor besar keluaran lama plus mobil SUV, juga keluaran lebih dari 10 tahun lalu.

Selain itu ia masih punya harta dalam wujud lain. LHKPN menyebutkan adanya Harta Bergerak Lainnya senilai Rp 5 miliar, disusul oleh Kas dan Setara Kas sejumlah Rp 55.913.639.496.

Mungkin saja kondisi sebuah jabatan zaman dulu dan zaman sekarang tidak bisa dibandingkan secara head-to-head, Variabelnya banyak mulai dari ekonomi negara, support partai politik terhadap sosok berpengaruh, atau hal lain. Namun tetap saja berita ini membuat wanita alumni FISIP Universitas Indonesia itu jadi bulan-bulanan empuk.

Apalagi Puan sedang disorot karena terekam mematikan microphone politisi Partai Demokrat pada pembahasan UU Omnibus Law yang sangat tidak populer di mata masyarakat itu.

 

 

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.