Hati-Hati Membuang Kondom, Vietnam Dapat Menjual Kembali Seperti Baru

Kondom memang alat kontrasepsi yang paling mudah dan praktis saat memerlukannya. Tidak perlu datang ke dokter, tidak perlu bantuan medis saat memakainya, dan (kondom pria) dijual bebas di banyak tempat dimana orang awam dapat raih.

Konsumen alat pengaman berbahan latex tersebut tidak hanya mereka yang telah memiliki pasangan dalam pernikahan, namun lebih banyak kita temukan – orang-orang lajang pun juga menjadi pasar terbesar kondom, mereka membelinya untuk melakukan hubungan seks yang bersifat rekreasional.

Bicara aman atau tidaknya menggunakan kondom, tentu saja sangat aman, jika memang kondom tersebut baru, memiliki izin edar dan tidak menimbulkan alergi kulit. Namun jika kondom tersebut adalah kondom bekas yang diedarkan kembali, tentu itu sangat berbahaya.

Awal mulanya adalah investigasi Televisi Nasional Vietnam (VTV) pada Jumat, 25 /9/2020, Kepolisian setempat telah menyita 345 ribu kondom bekas dari sebuah gudang di daerah Provinsi Binh Duong.

Polisi menemukan puluhan tas berisi ratusan ribu kondom bekas pakai yang usai direbus dalam air lalu dikeringkan dan dibentuk kembali dengan batang kayu sebelum dikemas ulang – siap dijual sebagai ‘kondom baru’.

Di investigasi tersebut, Polisi Vietnam mendapati seorang wanita sebagai pemilik usaha kondom bekas ini. Dan dari pernyataannya, si wanita memperoleh pasokan kondom bekas secara berkala dari orang yang bahkan tidak dia kenal.

Kalau sudah dalam kondisi seperti ini, tidaklah bisa dibilang aman menggunakan kondom. Walaupun telah direbus air panas, dibilas antiseptik sampai dijemur dibawah matahari.

Selain karena memang bekas orang yang tidak diketahui asal usul dan penyakitnya, dalam proses pendaur ulangan kondom hanya merebus kondom bekas, menjemur dan mencetaknya kembali tanpa ada teknologi pensterilan yang memang krusial.

Hal ini memang berita yang terbilang baru dan belum terpikir oleh kebanyakan orang yang “normal”. Oleh dari itu, belum ada tips dan trik bagaimana membedakan kondom baru dan kondom bekas.

Maka agar hal ini tidak terjadi di lingkungan kita, paling maksimal yang dapat kita lakukan sebagai pencegahan adalah robek/gunting kondom usai digunakan. Atau paling tidak beri kerusakan yg cukup jelas terlihat agar sulit diakali oleh orang lain. Hal ini juga berlaku untuk masker atau produk sekali pakai lain.

About the Author: Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com