Paten Terbaru Samsung : Smartphone Transparan

Teknologi ponsel sudah mendekati apa yang sering kita lihat di film-film sci-fi. Transparan, augmented reality, tombol dan layar yang serba floating. Salah satunya telah dipatenkan oleh raksasa elektronik asal negeri ginseng, Samsung.

Jika anda kira ponsel lipat yang sebelumnya sudah digadang-gadang Samsung cukup gila, anda harus berpikir ulang melihat paten terbaru yang diajukan – andai saja ponsel transparan benar-benar diwujudkan.

Telah terdaftar sejak Januari namun baru muncul ke permukaan bulan Agustus, telah menggambarkan betapa complicated prosedur dan teknologi yang dibutuhkan untuk membuat sebuah alat komunikasi pintar yang “tembus pandang”.

Setiap pixel pada layar ponsel akan dapat ditembus oleh cahaya, secara visual dapat membentuk bidang transparan. Dalam informasi yang tercantum didalam paten, layar tersebut mirip kepingan kaca, dimana orang dapat melihat jari-jari tangannya sendiri dibalik kepingan tersebut saat digenggam. Hanya bezel lah satu-satunya aksen yang tidak transparan.

Samsung juga perlu membuat versi transparan dari komponen internal ponsel, dan mencari cara memasukkannya ke dalam bezel super tipis. Tentu bukan tugas yang mudah untuk mewujudkannya. 

Tapi meskipun sulit, tampilan seperti ini sepertinya mempunyai beberapa keunggulan, misalnya fitur layar sentuh di kedua sisi. Ponsel transparan juga akan menghadirkan pengalaman augmented reality (AR) yang lebih kaya.

Samsung pernah mengembangkan layar OLED transparan di masa lalu, Namun bukan sebagai ponsel – kebanyakan hanya sebagai papan display. Pada smartphone, dimana ruang untuk hardware lebih terbatas, teknologinya akan berjalan lebih rumit.

Berbicara tentang ponsel transparan sebenarnya bukanlah hal yang benar-benar baru. LG muncul tahun 2009 dengan GD900, hanya saja letak part transparan hanya di keypadnya. Sony Ericsson mengikuti dengan seri Xperia Pureness dengan memperkenalkan display transparan. Hanya saja eksekusinya tidak terlalu baik.

Paten-paten tersebut sebenarnya masih jarang diplikasikan di perangkat mainstream, jadi jangan berharap Samsung menampilkannya di Galaxy S atau seri Note dengan segera. Namun penelitian untuk inovasi besar smartphone  berikutnya membuat perusahaan harus melakukan tindakan yang ekstrim, bukan sekedar gadang-gadang yang tidak bisa dieksekusi.

 
Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.