Panduan Membeli Saham Untuk Pemula

Fitri Tamara 0

Panduan Membeli Saham Bagi Pemula

Saham merupakan suatu instrumen investasi yang dimanfaatkan untuk barang bukti kepemilikan perusahaan atau untuk suatu bukti penyertaan modal. Saham menjadi salah satu investasi yang cukup berisiko tinggi.

Saat ini banyak orang yang mencari tahu panduan dalam membeli saham karena tertarik untuk memulai investasi di pasar modal. Tapi, banyak juga yang belum paham tentang jual beli saham. Berikut ini panduan dalam membeli saham bagi pemula yang perlu anda lakukan saat ingin membeli saham untuk modal investasi jangka panjang, yaitu :

Apa Saja Panduan dalam Membeli Saham Bagi Pemula ?

 

  1. Tentukan Perusahaan Sekuritas

Hal pertama yang harus dilakukan saat ingin membeli saham yaitu menentukan perusahaan sekuritas dari tempat anda melakukan transaksi saham. Perusahaan sekuritas menjadi perantara jual beli saham.

Selain itu pun dapat membantu dalam tahap pembukaan rekening di BEI. Dalam memilih perusahaan, anda perlu pastikan bahwa perusahaan yang anda percaya telah terdaftar di BEI. Untuk mengetahui daftar lengkapnya bisa cek di situs resmi otoritas bursa.

  1. Buka Rekening Dana Nasabah

RDN atau disebut juga dengan (Rekening Dana Nasabah) adalah rekening yang dipunyai oleh para investor dalam melakukan transaksi jual beli pada pasar modal. Dalam membuka RDN terdapat beberapa tahapan yaitu, pertama siapkan dokumen yang diperlukan. Seperti KTP / kitas / paspor dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Apabila pemohon adalah seorang pelajar yang belum mempunyai NPWP, maka bisa melampirkan NPWP punya orang tua. Jika anda merupakan seorang ibu rumah tangga, maka dapat melampirkan NPWP punya suami.

 

Siapkan pula fotokopi bagian depan pada buku tabungan yang anda punya dan dua lembar materai angkah selanjutnya, pilih sekuritas dari tempat anda membuat rekening  tersebut. Anda dapat pilih bank sekuritas yang telah memperoleh pengawasan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Lalu isi formulir serta semua informasi yang diperlukan. Kemudian, anda bisa setor deposito awal di RDN. Nilai setoran awal di setiap bank sekuritas tentunya beda – beda. Pada umumnya yaitu sekitar Rp. 100.000 sampai Rp. 3.000.000.

  1. Pilih Saham

Setelah mempunyai RDN, maka anda bisa segera memilih saham yang ingin anda beli. Dalam memilih saham, anda dapat memakai aplikasi dari sekuritas. Tapi, sebelum Anda memutuskan untuk membeli saham di perusahaan tertentu, maka anda harus memastikan bahwa anda sudah membaca laporan keuangan serta hal yang lainnya yang memiliki hubungan dengan kinerja perusahaan itu.

Saham yang dipakai untuk berinvestasi dalam jangka panjang perlu dipikirkan secara baik. Anda sebaiknya membeli saham di perusahaan yang mempunyai nilai fundamental yang baik. Bagi pemula bisa membeli saham blue chip atau saham milik perusahaan yang memiliki track record atau reputasi baik.

Saham jenis ini biasanya nilainya akan naik dari tahun ke tahun. Hingga hal ini sangat cocok dijadikan investasi dalam jangka panjang. Jika anda telah yakin dengan saham yang akan dibeli, maka anda dapat langsung membelinya.

  1. Pantau Kondisi Pasar

Tahapan yang terakhir yaitu memantau kondisi pasar dari waktu ke waktu. Anda tidak harus cek portofolio tiap hari, tapi hanya perlu memantau sosial media ataupun media lainnya yang mengulas harga saham tiap harinya.

Anda bisa menambah saham dengan membeli saham ketika nilai pasar sedang turun. Supaya dapat keuntungan yang besar untuk kemudian hari.

 

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com