Nutella AS Menyebut Produknya Tidak Halal, Netizen Bingung

Fitri Tamara 0

Martabak, Roti Tawar, Crepes, semakin banyak varian makanan yang bisa dikombinasi dengan selai coklat-hazelnut Nutella. Tiba-tiba ada cuitan di sosial media Twitter yang menyebutkan ia tidak halal – Apalagi cuitan itu dibuat oleh akun resmi Nutella di Amerika Serikat. Netizen pun ramai-ramai mencari kebenarannya.

Nutella diproduksi oleh perusahaan Ferrero asal Italia, yang pertama kali diluncurkan tahun 1964. Kini di Indonesia, Nutella dikenal luas oleh anak-anak millenial yang familiar dengan makanan-makanan gaul, sampai ada kabar yang beredar luas tentang halal-haramnya produk tersebut.

Pada 14 September akun Twitter Nutella di Amerika Serikat @NutellaUSA mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan publik. Pernyataannya dimulai dari seorang netizen @imjustsully2 yang menanyakan tentang kehalalan Nutella. “Apa produk kalian halal,?” tulisnya.

“Tidak, Nutella tidak halal,” jawab akun @NutellaUSA. Hal tersebut langsung menjadi viral dan membuat netizen bertanya-tanya. Netizen yang bertanya itu langsung mengecek bahan-bahan pembuatan Nutella, tetapi tidak menemukan sesuatu yang haram.

Ditilik dari situs Nutella, selai cokelat hazelnut ini terdiri dari bahan-bahan seperti gula, minyak sawit, kacang hazel, susu, cokelat, lesitin dan vanilla. Setelah viral, akun Twitter Nutella tersebut langsung mengkonfirmasi pernyataannya dengan tweet ulang bahwa produk mereka halal.

Biang keroknya? DIlansir dari Middle East Monitor (16/09) berdasarkan undang-undang Amerika Serikat dan Kanada – label sertifikasi halal tidak diwajibkan pada produk yang tidak mengandung daging atau aditif. Karenanya, produk Nutella di Amerika Serikat tidak memiliki sertifikasi halal, meskipun bahan-bahan yang digunakan tidak satupun yang tidak halal.

“Lebih baik hapus saja cuitan sebelumnya supaya tidak menimbulkan kebingungan publik,” netizen menggurui.

“Ini adalah contoh dari akun media sosial perusahaan yang menjawab pertanyaan yang tidak mereka ketahui,” nasehat netizen lainnya.

Berarti ini memang perbedaan masalah prosedur penempelan sticker saja. Netizen bertanya karena ingin tahu, lalu pihak principal menjawab jujur bukan berdasarkan bahan makanan – tapi berdasarkan pemberian label yang berbeda cara dengan di Tanah Air.

Yang akan menjadi perbedaan adalah setelah konfirmasi resmi, kedewasaan apa yang akan diambil oleh netizen yang sempat bingung. Apakah menerima dengan frame berpikir yang lebih luas, atau memberi tekanan kepada @NutellaUSA seperti diatas, atau menyebarkan ulang berita ini dengan bumbu-bumbu HOAX.

Lagipula, Indonesia sendiri produk Nutella telah mendapatkan sertifikasi halal dari National Independent Halal Trust (NIHT). Selain itu juga diberikan oleh MUI dengan nomor sertifikat 00110086471217 yang berlaku hingga 3 Desember 2021.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.