Among Us : Game Thriller Dengan Tampilan Imut-Imut

Fitri Tamara 0

Tampilannya lucu dan sederhana tapi sebenarnya memiliki gameplay yang serius. Membaur, Mengelabui, Membunuh. Anda harus coba sendiri untuk memutuskan apakah game keluaran 2018 ini layak viral.

Game dari InnerSloth ini adalah sebuah game sederhana dengan tema outer space. Game ini memiliki 2 jenis karakter yaitu crew sebagai protagonis dan impostor sebagai antagonis.

Crewmate adalah  sekelompok orang yang punya misi untuk sampai ke tujuan dengan selamat, dengan kapal milik mereka. Sedangkan Impostor merupakan penjahat yang misinya adalah mengambil alih kapal dengan membunuh kru satu persatu dan mengoperasikan ulang seluruh fungsi kapal ruang angkasa tersebut.

Secara teknis permainan mungkin sudah banyak media yang membahas, tapi disini kita akan mengulas efek psikologis dari game yang dalam Agustus-September saja sudah mencapai 86 juta kali download.

Game ini mengajarkan para pemainnya untuk saling membela diri, tidak ada satupun para crew yang mengetahui yang mana Impostor. Keadaan demikian membuat semua orang menaruh curiga satu sama lainnya, jadi pemain dituntut untuk saling tidak percaya.

Para pemain yang ditunjuk sebagai impostor pun harus bisa bersilat lidah demi bisa membunuh para pemain lainnya. Tak jarang para impostor malah memutarbalikkan fakta dan menunjuk pemain lainnya sebagai impostor sebelum akhirnya dilakukan voting.

Ketika crew melihat mayat (rekannya yang berhasil dibunuh oleh impostor), klik tombol report dan melakukan diskusi untuk menentukan siapa yang membunuh. disini keseruan game nya. Bahkan dalam diskusi saja pemain bisa saling adu urat syaraf!

Salah satu hal yang membuat Among Us menjadi viral di publik karena permainan itu disebut sebagai salah satu pemicu timbulnya fitnah. Bahkan menurut akun @AmongIndonesia, menyebut game ini “Fitnah memanglah lebih kejam dari pembunuhan“.

Banyak yang berpendapat game ini membiasakan orang untuk berkelit ketika terpojok, menikam teman sendiri, sampai ketidakpercayaan terhadap rekan satu tim. Pro dan kontra tersebut adalah biasa, apalagi berkenaan dengan sesuatu yang tengah populer.

Apalagi game yang telah dirancang sekuelnya oleh Innersloth ini termasuk minim analisa dan proses kognitif. Fokus yang ditekankan adalah debat dan pra-duga, walaupun harus diakui game dengan gameplay seperti ini masih belum banyak pesaing, maka itu Among Us dapat diterima sebagai sesuatu yang unik, terlepas dari efek seperti apa yang dirasakan oleh masyarakat.

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.