UGM Menciptakan Alat Canggih Pendeteksi Covid-19. Bagaimana Prospeknya?

Dari tahun ke tahun kita sering disuguhi kabar menyejukkan tentang inovasi-inovasi anak bangsa. Entah tentang pemenang olimpiade fisika, atau mobil sensasional Tucuxi beberapa waktu lalu, dan banyak penemuan lain yang membuat orang Indonesia terkenal, walaupun tak jarang (ternyata) lebih dikenal oleh bangsa lain.

Kini sejumlah putra-putri kebanggaan Merah Putih, mewakili Universitas Gajah Mada (UGM) dikabarkan berhasil menciptakan alat inovatif untuk mendeteksi keberadaan Coronavirus dengan jauh lebih cepat dibanding tes yang sekarang populer.

Alat ini diberi nama GeNose. Alat pendeteksi Covid – 19 yang berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Alat ini mampu mendeteksi Covid – 19 lewat hembusan nafas orang yang terinfeksi. Waktu pemrosesnya? Kurang dari 2 menit atau persisnya hanya 80 detik.

Berapa biayanya? Pihak peneliti UGM yang diwakili oleh Bapak Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si mengatakan biaya yang dikeluarkan pasien akan jauh lebih murah daripada Rapid Test. Persisnya satu unit GeNose seharga Rp 40 juta dapat digunakan untuk 100ribu kali pemeriksaan.

GeNose bekerja dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid – 19 yang keluar melalui hembusan nafas ke dalam kantong khusus. Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan Artificial Intelligence.

Selain itu GeNose juga mampu bekerja paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem, sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi. Data yang terkumpul selanjutnya dapat dipakai untuk pemetaan, pelacakan, dan memantau penyebaran pandemi secara aktual.

Menarik melihat perkembangan alat satu ini, berhubung seringkali penemuan yang dilakukan orang-orang cerdas kita terhenti sebelum berkembang, entah karena biaya, birokrasi ataupun infrastruktur.

Namun ada hal melegakan mengetahui bahwa Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro menekankan mereka siap mendukung uji klinis lanjutan GeNose.

Bambang berharap GeNose bisa segera dimanfaatkan secara masif di masyarakat. Ia menargetkan setidaknya pada Desember 2020 alat ini bisa digunakan untuk screening.

Karena keberadaan alat ini menyangkut nyawa dan kesehatan hidup orang banyak, maka besar harapan GeNose dapat diperlancar “peredarannya”, didukung dananya, dan semoga penemu-penemu yang telah bersusah payah pun mendapat reward yang cukup pantas.

 

 

 

 

 

 

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.