Teknologi Asal China Yang Dapat Membuat Orang Hidup Kembali

Fitri Tamara 0

Teknologi yang sedang di upayakan salah satu negara adidaya satu ini memang sangat gila. Pasalnya ini sangat tidak mungkin sekali rasanya dan secara agama pun kalau orang sudah meninggal tidak akan mungkin dapat hidup kembali. Namun ilmuwan asal china ini tetap bersikeras untuk membuat teknologi gila ini untuk membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Jadi seperti di serial anime asal jepang yang bernama Naruto, dengan jurus yang bernama Edo tensei. Jadi yang sudah wafat akan hidup kembali dan dapat melakukan berbagai aktivitas lagi seperti sedia kala. Seperti ketika Hokage ketiga melawan Hokage kedua dan hokage pertama yang sudah mati, dalam serial anime Naruto.

institut Penelitian The Shandong Yinfeng Life yang merupakan satu-satunya pusat penelitian krionik di China memiliki rencana gila. Mereka yakin orang yang mati itu hanya sel tubuh dari sananya saja yang tidak berfungsi lagi, namun dengan membuat sel baru sekaligus memory baru maka dia akan hidup kembali, ya seperti handphone rusak kemudian di ganti dengan mesin baru dan memory baru yang pada akhirnya hidup kembali.
Lembaga penelitian itu juga menyediakan suspensi krionik. Mereka mengawetkan tubuh pada suhu yang sangat rendah dengan harapan suatu hari dapat ‘menghidupkan kembali’ mereka. Namun penelitian Yinfeng melangkah lebih jauh.

Ini berpotensi merevolusi transplantasi organ dan pelekatan kembali bagian tubuh dan juga perawatan medis lainnya.Teknik ini dinamakan The Cryonics, yaitu menjaga tubuh manusia pada suhu yang sangat rendah dengan tujuan menipu kematian.

Ini melibatkan penyimpanan tubuh dalam wadah baja tahan karat dalam nitrogen cair super dingin dan lembaga itu menyediakan layanan penangguhan dan penyimpanan krionik untuk manusia dan hewan peliharaan yang telah meninggal.

Dengan harapan suatu hari dapat menggunakan teknologi canggih untuk ‘menghidupkan kembali’ mereka.

Yinfeng juga bermitra dengan rumah sakit dan universitas China untuk melakukan penelitian di bidang kriobiologi yang mempelajari pengaruh suhu rendah pada makhluk hidup. Direkturnya bernama Aaron Drake yang dulu bekerja di Alcor.

Dia mengutarakan perbedaan institusi di China dan di negara lain yang mungkin akan menjadikan Negeri Tirai Bambu lebih unggul.

Di AS, institusi dengan metode tersebut harus benar-benar mengikuti hukum dan tidak memiliki lisensi medis. “Cuma seperti orang yang dikubur secara beku,” kata Aaron.

Salah satu hal yang ingin mereka selesaikan sekarang ini adalah menyimpan badan seluruh manusia dengan lebih efektif sehingga nanti akan lebih mudah untuk ‘dibangkitkan’. Saat ini, institusi tersebut telah menyimpan 10 badan manusia dan peminatnya terus bertambah.

“Lebih dari 100 orang mengunjungi kami tahun silam dan 60 orang menjadi anggota di mana mereka berkomitmen ingin melakukan proses cryonics,” klaim Aaron.

Meskipun teknologi membangkitkan orang mati masih merupakan kemustahilan dan belum tentu pula bisa menjadi kenyataan tetapi Aaron tetap merasa optimis karena kemajuan di bidang medis menurutnya sangat pesat.

“Orang sekarang mati karena kanker, parkinson dan penyakit otak lain. Jika kita menuju ratusan tahun lagi, penyakit itu mungkin akan mudah diobati. Di awal 1900-an, orang mati karena serangan jantung, stroke dan influenza. Tapi saat ini pengobatan modern dengan mudah bisa mengatasinya jadi bukan tidak mungkin nantinya kalau hal gila tersebut dapat terjadi ” pungkas Aaron.

Memang masih dalam tahap penelitian dan sekarang mereka hanya menyimpan orang-orang yang sudah meninggal dan belum ada suatu teknologi yang pasti untuk membuat mereka hidup kembali, namun mereka sedang membuat penelitian hingga saat ini seputar membangkitkan orang yang sudah mati.

Jika ini benar-benar terjadi, orang-orang yang sudah mati kemudian hidup kembali tampaknya akan sangat gila sekali ya dunia ini nantinya. Mungkin akan banyak pahlawan-pahlawan NKRI yang sudah tiada kemudian hidup kembali, bahkan presiden-presiden indonesia yang sudah tiada akan bangkit lagi dan berpolitik lagi.

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.