SISTEM PENDIDIKAN 2020, MASALAH YANG TIDAK DIURUS SEPERTI EKONOMI POLITIK DAN KESEHATAN

Fitri Tamara 0

Sdm rendah dan pengangguran tinggi sepertinya menjadi sumber masalah yang pada gilirannya akan berdampak kepada ekonomi, politik, dan tentu Kesehatan.

Bila Anda amati dengan detail, sistem pendidikan adalah api/ sumber masalahnya, sedangkan sdm rendah & pengangguran tinggi/ produktifitas rendah adalah sebab/ asapnya.

Jadi bila sistem pendidikan setidaknya di Indonesia bisa dibenahi, maka ini akan mengurangi masalah untuk masa depan.

Sepertinya masalah ini tidak bisa diselesaikan dalam hanya 1 generasi saja, tapi berangsur di beberapa generasi dan baru akan terlihat hasilnya.

Hasilnya adalah menjadi negara dengan masyarakat yang produktif dibandingkan dengan banyak negara dengan sistem pendidikan jadul, kuno, dan tidak menjawab tantangan di masa depan.

Ke depannya semuanya akan menjadi serba teknologi, sedangkan yang terjadi sekarang banyak sekali masyarakat lokal kita hanya menjadi ‘penggembira’ dan menjadi market teknologi yang ada.

Kebanyakan pemudanya hanya tertarik untuk menjadi anggota/ member di banyak website social media, sedangkan website social media sekarang telah menjadi salah satu bisnis yang paling menguntungkan.

Owner Facebook menjadi orang terkaya mengalahkan bisnis google, ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan hal itu.

Bagaimana pembenahan sistem pendidikan yang seharusnya dilakukan?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, intinya sih bersiap untuk masuk ke teknologi lebih banyak ketimbang hanya mempelajari banyak sekali pelajaran yang tidak akan pernah masuk lagi ke ‘pikiran’ para murid yang sekarang masuk sekolah.

Setidaknya ada 3 goal & hal secara umum yang diperlukan untuk perombakan sistem pendidikan ini:

#1 dorong kewirausahaan

Mindset dan mental wirausaha adalah yang dibutuhkan negara ini. Untuk menjadi ‘punya sumber daya’ dari dalam diri merupakan hal yang penting untuk banyak sekali orang di Indonesia.

Mungkin tidak akan semua orang menjadi pebisnis, Sebagian orang tetap akan bekerja untuk banyak orang lainnya, dan ini bukan masalah.

Mindset keriwausahaan ini akan berdampak positif kepada problem solving, berpikir kritis, positif, berani ambil resiko, berani salah & ambil pelajaran dari kesalahannya, dll.

Kenyataan yang sekarang ada? Banyak sekali anak muda jaman sekarang telah menjadi ‘robot dan penonton’, alias hanya melihat orang lain naik, sukses, sedangkan dia hanya diam dan hanya asyik dengan gadgetnya.

Belum lagi masuk sekolah online melakukan hal yang tidak dia sukai, tidak memperhatikan dan Kembali lagi perhatiannya akan Kembali ke social media dan berbagai hal yang tidak terarah & tidak berguna.

Jauh lebih baik lagi bila negara ini punya banyak sekali pebisnis seperti Singapore akan membantu mengurangi pengangguran, dan punya mindset pekerja seperti pebisnis.

#2 kenalkan teknologi untuk bisnis

Tidak ada keraguan lagi teknologi ke depan ini akan menjadi salah satu pilar dalam berbisnis yang sangat penting dan akan menjadi sumber income, penghasilan, solusi untuk melakukan branding, marketing dan mendapatkan omset.

Hari ini pun hal ini telah terjadi.

Jadi salah satu yagn penting untuk dilakukan adalah membuat teknologi penggunaan dalam bisnis adalah hal yang sangat penting untuk dipelajari semua siswa dari berbagai usia khususnya setidaknya mulai SMA.

Misalnya pengenalan bagaimana promosi online, tentang penggunaan berbagai macam media online dan bagaimana penggunaannya dengan benar.

Ini akan menjadi bekal dan skill yang akan sangat dibutuhkan banyak sekali orang.

#3 perbanyak specialist/ tenaga ahli

Mempersingkat waktu belajar untuk menjadi seorang tenaga ahli adalah hal yang penting untuk dilakukan saat ini.

Mungkin khusus untuk hal ini, tidak bisa dilakukan untuk terlalu banyak orang, namun benefitnya akan dirasakan oleh banyak sekali orang nantinya.

Jadi, sekolah dengan mempersingkat waktunya untuk menjadi seorang tenaga ahli yang terkonsentrasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan sekarang.

Bayangkan bersekolah 12 tahun menjadi SMA dan masih belum bisa melakukan banyak hal di marketplace, ini terdengar seperti

“12 tahun itu waktu yang sangat lama, kemana saja kamu selama 12 tahun kok belum bisa apa- apa?”

Tenaga ahli dalam berbagai bidang harus dibuat lebih cepat cetakannya, ketemu passion lebih awal dan lebih cepat, dan kemudian diajar dengan skema, kurikulum yang lebih cepat.

 

Kesimpulan

Jadi 12 tahun sekolah dan belum bisa kerja tidak akan terjadi dengan konsep di atas. Dari konsep ini, sistem pendidikan akan menyelesaikan masalah ini secara jangka Panjang.

Setidaknya mungkin bila Anda berkata Indonesia tidak siap untuk ini, setidaknya Anda bisa keluar dari ‘mainstream’ dan membuat anak Anda sendiri untuk masuk ke jalur pemenang ini.

Sistem pendidikan bila tidak diselesaikan masalahnya yang masih ada seperti sekarang ini, masalah yang sekarang kita punyai maka akan dipunyai juga oleh anak- anak di masa depan.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.