PSBB Diulang, Kondisi Jakarta Lebih Darurat Dibanding Dulu

Fitri Tamara 0

Akhirnya rem darurat yang tidak diharapkan banyak orang ditarik oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan via konferensi pers online, Rabu (9/9). Sungguh, kali ini kita tidak perlu menyalahkan pemerintah. Kita yang membuat kondisi semakin sulit.

Sedih rasanya mendengar bahwa DKI Jakarta  sebenarnya memiliki 190 rumah sakit, sebanyak 67 di antaranya adalah rujukan Covid-19. Itu jumlah yang termasuk besar. Namun menurutnya, saat ini ambang batas sudah hampir terlampaui. Dua angka penanda kapasitas itu yakni keterpakaian tempat tidur dan ICU. Bila situasi ini berjalan terus tidak ada pengereman maka dari data yang kita miliki bisa dibuat proyeksi 17 September tempat tidur isolasi akan penuh, sesudah itu tidak mampu menampung Covid. Ini tidak sebentar,” kata Anies.

Oke mari kita bahas tentang “kita yang membuat keadaan makin sulit”. Yang utama, kita cenderung menyalahkan entitas lain untuk kondisi yang kita terima. Harus diakui banyak orang menyalahkan Negara China sebagai tempat lahir sang virus, beberapa orang bahkan menyalahkan kelelawar untuk titik awal penyebaran, yang lainnya menyalahkan pemerintah untuk penanganan yang belum serius, bahkan ada publik figur yang menyalahkan tim dokter sebagai antek-antek WHO.

Come on, kalau mau jujur sebenarnya kekuatan dan kelakuan virus ya begitu-begitu aja. Pola hidup dan penularannya sudah beribu media yang bahas, mungkin sudah banyak yang bosan. Kita tahu, kita hafal, tapi kita mengabaikan dan malah tidak berhenti menyalahkan pihak lain. Harus diakui banyak diantara kita sendiri yang semakin abai terhadap masker, cuek berkumpul bersama, sampai menganggap COVID-19 fiktif karena itu adalah konspirasi organisasi terlarang.

Sungguh, manusia selalu merupakan Main Actor of The Mass Destruction. Setelah hewan-hewan dibuat terancam, alam dibuat terancam, kini mereka sedang mengancam keberlangsungan hidup spesiesnya sendiri. “Angka kematian meningkat tiap hari. Ini yang harus kita perhatikan. Setiap kematian satu orang saudara kita, itu terlalu banyak,” kata Anies. Kalimat itu tidak membuat ngeri manusia. Bahkan jika mengambil quote dari Stalin, “Satu kematian merupakan tragedi. Tapi satu juta kematian hanya merupakan statistik”. Ya, ketakutan yang dulu sudah berkurang, karena semakin kesini, berita COVID-19 dianggap hanya hitung-hitungan statistik.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.