Mengetahui Dampak Robotic AI Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja

Fitri Tamara 0

Mengetahui Dampak Robotic AI Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja – Pernahkah Anda mendengar istilah robotic ai? Robotic ai merupakan salah satu terobosan dalam bidang teknologi. Ai adalah kependekan dari artifisial inteligence, yang artinya adalah kecerdasan buatan.

Sejak ditemukannya robotic Ai ini, banyak hal yang perlahan-lahan mulai berubah. Seperti misalnya dalam bidang pekerjaan, karena memang robotic artificial intelligence telah mengambil alih beberapa jenis pekerjaan yang sebelum yang dilakukan oleh para manusia. Banyak manfaat dari ditemukannya robot artifisial intellegence. Namun banyak juga dampak negatif yang ditimbulkannya.

Apa saja dampak yang ditimbulkan oleh ditemukannya robotic ai bagi lapangan pekerjaan?

industr.com

Salah satunya seperti yang telah disebut diatas, bahwasanya artificial intelligence mampu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia. Sehingga dengan begitu beberapa bidang pekerjaan harus menyingkirkan peran manusia dan digantikan oleh robot artifisial intellegence ini.

Jumlah pengangguran memang cenderung meningkat pada tahun-tahun sekitar 2015 hingga 2017. Namun pada tahun 2018 data yang tercatat menunjukkan hasil yang sebaliknya. Di tahun tersebut tercatat bahwasanya jumlah penyerapan tenaga kerja terjadi lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu mengungkap bahwasannya dengan ditemukan robotik Ai tidak lantas membuat angka pengangguran semakin tinggi. Terdapat dua kemungkinan sehingga pada tahun 2018 mengalami peningkatan jumlah penyerapan angkatan kerja. Dua kemungkinan tersebut antara lain:

1. Banyak dari bidang pekerjaan yang yang sepenuhnya tidak mampu bergantung pada kemampuan robot artifisial intellegence.

2. Terciptanya lapangan kerja yang baru oleh akibat semakin berkembangnya teknologi robotic artificial intelligence.

Dua kemungkinan di atas bisa saja mendasari alasan kenapa pada tahun tersebut semakin banyak penyerapan tenaga kerja.

Untuk lebih lengkapnya akan diulas di bawah ini.

1. Beberapa bidang pekerjaan masih membutuhkan peran manusia
Robot artifisial intellegence yang telah menggunakan teknologi paling mutakhir nyatanya masih belum mampu merampungkan semua pekerjaan tanpa perlu lagi menggunakan tenaga manusia. Teknologi ini telah banyak diterapkan di bidang-bidang manufaktur.

Namun meski begitu Anda akan tetap melihat peran manusia di sana. Hal itu dikarenakan robot juga dapat mengalami error sewaktu-waktu pada sistemnya. Dan ketika itu terjadi tentunya robot pintar tersebut perlu mendapatkan perawatan, yang mana hal itu membutuhkan peran manusia.

Untuk saat ini proses self healing masih belum dimiliki oleh robotic ai. Oleh karena itulah di sini dapat dikatakan bahwasanya robotic ai hanyalah bentuk dari perpanjangan tangan kita sebagai manusia. Robot artifisial inteligence lebih dimanfaatkan pada proses-proses produksi yang membutuhkan pengulangan atau repetitif

2. Bermunculan bidang baru
Dengan semakin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan dari tahun ke tahun, nyatanya berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan tenaga kerja. Ini merupakan salah satu dampak positif dari adanya teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Seperti Anda ketahui, saat ini semakin banyak bisnis-bisnis yang di belakangnya menggunakan tambahan kata inteligence. Seperti misalnya marketing intelligence, business intelligence dan lain-lain. Kehadiran teknologi ini telah menciptakan banyak pola baru dalam dunia bisnis.

Lapangan pekerjaan yang juga mulai banyak bermunculan yaitu programmer, developer serta software engineering. Hal ini menunjukkan bahwasannya kreativitas dan ide-ide yang dimiliki oleh manusia nyatanya masih sangat dibutuhkan sekalipun saat ini telah diciptakan robotic ai.

Itulah beberapa pembahasan yang dapat di jelaskan mengenai dampak robotic AI terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja. Semoga artikel ini bisa berguna dan bermanfaat.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com