Cara Menghitung Kwh di Meteran Listrik

Fitri Tamara 0

Cara Menghitung Kwh di Meteran Listrik

Anda sering kaget melihat tagihan listrik bulanan rumah anda?. Mungkin hal itu disebabkan anda belum bisa memantau penggunaan listrik dirumah anda. Bisa jadi anda atau keluarga anda sering memakai alat elektronik yang boros listrik atau lupa mematikan televisi saat ditinggal tidur.

Nah, tujuan dari artikel ini dibuat adalah untuk menjelaskan kepada anda cara penghitungan penggunaan listrik dirumah anda agar anda semakin berhati hati dalam menggunakan sumber daya yang satu ini.

Mengenal satuan penghitungan daya listrik

Bagi anda yang bukan dari lulusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau tidak suka Fisika, bisa jadi nama nama satuan listrik seperti Volt, Watt, Ampere adalah hal yang asing bagi anda. Secara garis besar Volt (V) adalah satuan yang digunakan dalam mengkur tegangan arus listrik, Watt (W) satuan untuk menghitung daya listrik sedangkan Ampere (I) adalah satuan arus listrik.

1 Kwh atau Kilo watt per hours sama dengan 1000 watt sedangkan jumlah watt dihitung dari hasil perkalian antara arus listrik (Ampere) dan tegangan listrik (Volt) yang anda pakai dirumah.. Jadi jika anda menggunakan listrik bertegangan 450 Volt dengan arus istrik sebanyak 30, maka daya listrik (Watt) yang telah anda gunakan adalah sebesar 13500 watt atau setara ddengan 13,5 Kwh.

Mengetahui golongan tarif listrik

Di Indonesia, penggolongan tarif listrik didasarkan pada tegangan listrik atau Voltase yang dipakai dalam sebuah rumah. Tarif listrik ini dihitung sesuai penggunaan listrik per Kwh.  Terdapat beberapa penggolongan tarif listrik, namun untuk masyarakat pada umumnya, terdapat dua jenis tarif listrik yaitu Rp. 1352.00/Kwh untuk rumah ata bangunan dengan tegangan listrik sebesar 900 Volt dan Rp. 1. 444,7.,00/Kwh untuk rumah yang memiliki tegangan listrik diatas 900 Volt atau tegangan 1.300 Volt keatas.

Jadi, jika rumah anda menggunakan listrik di golongan 1300 Volt, maka rumah anda akan dikenakan biaya 1.447.,00 per Kwh.

 

Contoh penghitungan tariff listrik

Diketahui:

  1. Rumah andaa menggunakan golongan listrik 1300 Volt sehingga rumah anda dikenakan biaya sebesar Rp. 1. 444,7.,00 per Kwh.
  2. Berikut perabotan perabotan elektronik yang ada dirumah anda beserta lama penggunaannya (dalam satuan harian):
    • 3 lampu jenis CFL dengan masing masing lampu berkekuatan 12 watt dan digunakan selama tiga jam dari jam 18.00 hingga jam 21.00.
    • 3 lampu jenis CFL berkekuatan 12 watt dan digunakan selama 8 jam mulai dari jam 18.00 hingga jam 06.00 pagi.
    • 1 Televisi yang digunakan selama 6 jam sehari dan berdaya listrik 80 watt.
    • 1 Kulkas satu pintu yang dipakai selama 24 jam sehari dan berdaya listrik 80 watt.
    • 2 Laptop yang masing masing membutuhkan 320 watt untuk mengisi baterai. Dalam satu hari hanya satu kali mengisi baterai.
    • 1 Tangki air berkapasitas 500 liter yang diisi sehari dua kali dengan masing masing pengisian membutuhkan kurang lebih 87.5 watt.

Ditanyakan:

Berapakah jumlah konsumsi listrik dan tagihan listrik perhari?

Jawaban:

  • 12 watt x 3 (lampu) x 3(jam) = 108 watt
  • 12 watt x 3 (lampu) x 8 (jam)= 288 watt
  • 80 watt x 6 (jam) = 480 watt
  • 80 watt x 24 (jam)= 1.920 watt
  • 320 watt x 2 (laptop) x 2 (pengisian harian 2 laptop)= 1.280 watt
  • 5 watt x 2 (pengisian tangki)= 175 watt

Dengan demikian total penggunaan daya listrik harian rumah anda adalah sebesar  4.251 watt atau 4,25 Kwh. Jumlah ini diperoleh dari 108 watt + 288 watt + 480 watt + 1.920 watt+1.280 watt + 175 watt. Oleh karena itu biaya tagihan anda sebesar Rp.6. 141.,00 yang diperoleh dari hasil kali 4,25 Kwh dengan  Rp. 1.444,7.

Adapun untuk menghitung rata rata jumlah pemakaian listrik rumah anda dalam satu bulan, anda tinggal mengalikan angka tersebut dengan jumlah hari. Misal untuk bulan September 2020 yang memiliki jumlah hari sebanyak 30 hari, maka kira kira jumlah daya listrik yang telah anda gunakan adalah sebesar 127,53 Kwh dan tagihan listrik rumah anda kurang lebih sebesar Rp. 184. 242,500.

Semua aspek penghitungan listrik ini (kecuali jenis dan pemakaian perabotan tentunya) tertulis di meteran listrik anda. Di dalam benda berbentuk persegi panjang itu anda akan menemukan penggolongan listrik rumah anda,  data jumlah pemakaian daya listrik anda dalam satu hari dan lain lain.

Cara menghemat listrik

Berikut ini beberapa tips yang dapat anda gunakan untuk mengurangi tagihaan listrik rumah anda:

  1. Gunakan lampu dan TV LED. Meskipun biasanya harga belinya cukup mahal dibandingkan jenis lampu dan televise yang lain, lampu dan televisi berteknologi LED terbukti lebih hemat listrik.
  2. Matikan lampu jika tidak dipakai. Dalam contoh diatas lampu yang tidak dimatikan adalah lampu teras, lampu kamar mandi dan lampu kamar tidur apabila ada anggota keluarga anda yang tidak bisa tidur jika lampu dalam kondisi mati. Pastikan anda juga telah mematikan TV anda sebelum anda tidur.
  3. Jangan mengisi tangki air sambil menggunakannya. Karena menurut artikel yang penulis baca, hal ini akan membuat tagihan listrik anda melonjak.
  4. Jangan menempelkan charger handphone pada colokan anda jika anda tidak melakukan pengisian data. Sebab menurut penelitian, charger tersebut tetap akan mengonsumsi listrik walaupun benda tersebut seang tidak tersambung ke Ponsel.
  5. Gunakan air panas saat menanak nasi di rice cooker atau magic com. Tanpa kita sadari kedua benda tersebut mengonsumsi daya listrik yang cukup banyak mulai dari 200 watt-an hingga 350 watt. Salah satu solusi untuk mengurangi biaya tagihan dari alat penanak nasi ini adalah dengan memasukkan air panas kedalamnya saat anda memasak nasi. Selain menghemat listrik, hal ini juga dapat mempercepat proses memasak nasi.
  6. Menghindari pemakaian alat pengering baik itu pengering rambut (hair dryer) maupun alat pengering baju. Daya listrik yang dibutuhkan oleh kedua alat elektronik ini cukup besar mulai dari 600 watt hingga 2000 watt. Oleh karena itu alangkah lebih baik jika anda menjemur baju atau mengeringkan rambut secara alami diluar rumah.
  7. Menggunakan listrik prabayar atau pulsa. Solusi ini dapat digunakan agar anda bisa mengalokasikan penggunaan listrik anda dengan baik. Dalam artian apabila anda mengalokasikan pendapatan anda sebesar Rp. 200.000.,00 untuk membeli token listrik, maka anda dapat membatasi penggunaan anda setelah jatah listrik anda menipis diakhir bulan.

Listrik adalah kebutuhan sehari hari manusia di jaman modern ini. Sehingga kebutuhan akan daya listrik terus meningkat dari tahun ketahun begitupun biaya tagihan lisrik. Oleh karena itu penting bagi anda untuk bijak dalam mengatur konsumsi listrik rumah anda.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.