Melihat sisi terang dibalik Pandemi COVID-19

Munculnya COVID-19 di Wuhan, China pada bulan Desember silam membuat dunia gempar. Pasalnya dalam waktu kurang lebih dua bulan, penyakit tersebut menyebar hingga ke seluruh negara dan mengakibatkan beberapa kekacauan seperti terbatasnya pergerakan manusia dan juga pengaruh bagi Ekonomi suatu negara.

Sebagian dari anda mungkin berpikir bahwa penyakit ini hanya membawa pada jurang kesusahan. Banyak karyawan yang terkena PHK dikarenakan keuntungan dari sebuah perusahaan menurun drastis, pelaku bisnis pun juga merasakan dampek kerugian akibat dari pandemi ini.

Anda korban PHK? Ini waktunya bisnis sendiri, waktunya Anda bisnis setelah PHK, dan sumber permodalan alternatif seperti gestun akulaku.

Dan memang hingga saat ini belum ada kepastian terkait pengobatan ataupun juga ‘kapan’ penyakit ini akan selesai.

Dengan adanya aturan seperti ‘Lockdown’ ataupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari seperti bekerja, sekolah ataupun kegiatan lain menjadi terganggu. Namun bagi beberapa orang, ‘libur panjang’ ini dimanfaatkan untuk membangun sebuah usaha ataupun juga mempelajari hal baru.

Kegiatan sehari-hari yang biasanya dilakukan diluar rumah, sekarang ‘dipaksa’ untuk berkembang dengan dibarengi teknologi sehingga kegiatan tersebut tetap dapat berjalan walaupun dari rumah. Beberapa orang juga mempelajari skill baru seperti memasak dan juga memulai sebuah usaha dibidang makanan.

Masyarakat juga tergerak untuk mulai berolahraga agar kesehatan tetap terjaga dan juga meningkatkan imun agar terhindar dari virus penyakit seperti COVID-19 yang sedang terjadi. Dan dengan bekerja dari rumah, kita menjadi memiliki banyak waktu dengan keluarga tanpa mengganggu pekerjaan yang dilakukan.

Menurut saya sendiri, banyak ilmu yang didapatkan dan juga dorongan besar untuk dapat beradaptasi dengan situasi yang tidak pasti ini. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara daring membuat siswa dan juga guru mempelajari dan menerapkan penggunaan teknologi yang mungkin sebelumnya dianggap tidak efektif.

Penerapan teknologi juga berlaku tidak hanya pada kegiatan belajar mengajar maupun perkantoran, penggunaan uang digital menjadi semakin marak berkat situasi COVID-19 yang terjadi ini. Dan yang terpenting adalah kesadaran masyarakat tentang pola hidup yang sehat dan juga menjaga kebersihan.

You May Also Like

About the Author: Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *