Kamu Anak Kos? Ini tips mencapai Financial Freedom ala anak kos

Berada jauh dari orang tua membuat kita anak muda untuk hidup lebih mandiri. Bentuk kemandirian ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi juga hidup mandiri mendorong kita untuk dapat mengatur hal yang kita miliki. Hidup mandiri berarti dapat mengelola keuangan, barang pribadi dan juga memiliki kesiapan untuk menghadapi keadaan darurat.

Momok terbesar bagi anak rantau atau anak kos adalah manajemen keuangan. Untuk mengatur kebutuhan hidup dan barang pribadi mungkin beberapa dari kalian tidak ada masalah, justru masalah terbesar adalah kiriman uang bulanan habis sebelum waktunya.

Gaya hidup yang dipengaruhi oleh pertemanan menjadi faktor terbesar uang bulanan habis sebelum kiriman berikutnya. Pengeluaran yang tidak perlu seperti membeli makanan atau minuman mahal dan juga budaya ‘nongkrong’ membuat uang bulanan cepat habis. Namun bila kita tidak datang atau ikut nongkrong membuat kita merasa kurang pergaulan atau dijauhi teman teman.

Memang kita tidak bisa menyenangkan semua orang, akan ada beberapa pihak termasuk kita sendiri yang akan dirugikan. Tetapi, untuk dapat menghindari pemikiran seperti itu ada beberapa hal yang bisa kita upayakan sebagai anak kos, yaitu dengan manajemen keuangan yang baik. Dengan manajemen keuangan yang baik, keperluan hidup sehari-hari dan beberapa keinginan akan memiliki porsi keuangannya masing-masing dan tidak perlu lagi ada istilah akhir bulan.

Cara paling mudah untuk memulai mengatur keuangan adalah dengan menuliskan dulu pengeluaran yang telah dilakukan. Langkah pertama ini sangat penting untuk menilai apa saja pengeluaran yang bisa dikurangi, digantikan dengan yang lebih murah atau bahkan bisa ditabung sebagai dana darurat. perlu diingat untuk dapat mencapai financial freedom ala anak kos perlu penyesuaian terhadap gaya hidup selama kurang lebih dua bulan.

Jika kalian sudah terbiasa menuliskan pengeluaran dan juga telah mengetahui banyak pengeluaran yang tidak perlu, langkah berikutnya yaitu membagi uang bulanan yang dikirimkan orang tua ke kalian. Cara paling mudah membagi keuangan adalah 50% digunakan untuk kebutuhan hidup seperti makan, minum, cuci pakaian, iuran tertentu, lalu 25% disimpan dan 25% sisanya baru digunakan untuk ‘nongkrong’ atau gaya hidup. Jadi jika anda perbulan diberi 1 juta, maka 500 ribu untuk biaya hidup, 250 ribu simpanan dan 250 ribu terakhir untuk keperluan lain.

Selain mengatur keuangan dan melakukan pencatatan keuangan, kalian juga bisa meluangkan waktu untuk bekerja paruh waktu. Bekerja paruh waktu ini memiliki banyak manfaat tidak hanya dari segi finansial, tetapi juga kalian menambah networking, memiliki pengalaman kerja, menambah ilmu baru dengan bertemu banyak orang baru dan juga merasakan perjuangan untuk mendapatkan uang.

Mungkin itu saja tips sederhana manajemen keuangan ala anak kos, semoga membantu.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.