Info Lengkap BPJS Kesehatan Cek Cara dan Prosedurnya

Fitri Tamara 0
panduan-layanan-bpjs-kesehatan

Info Lengkap BPJS Kesehatan Cek Cara dan Prosedurnya – BPJS adalah badan penyelenggara jaminan sosial yang dibentuk oleh pemerintah sebagai badan hukum publik. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan kesehatan yang terjamin bagi masyarakat dari semua kelas di Indonesia. Jika Anda baru saja mendaftar sebagai anggota BPJS, berikut yang perlu Anda ketahui.

Keanggotaan BPJS Bersifat Wajib

Menurut Pasal 14 UU BPJS, BPJS harus dimiliki oleh seluruh warga negara Indonesia dan warga negara yang telah bekerja minimal enam bulan di Indonesia. Menjangkau semua lapisan masyarakat, BPJS memiliki BPJS Ketenagakerjaan bagi penerima upah di sektor formal dan informal, serta program subsidi iuran bagi masyarakat miskin.

panduan-layanan-bpjs-kesehatan
bpjs-kesehatan.go.id

Untuk kalangan menengah ke atas, pembayaran premi ditentukan oleh fasilitas yang ingin dinikmati, yaitu kelas I, II atau III. Masyarakat diharapkan mampu membayar iuran sesuai dengan jenis fasilitas dan kapasitasnya.

BPJS Kerangka Anak Perusahaan Silang

Semua biaya perawatan kesehatan ditangani oleh BPJS dengan menggunakan subsidi silang. Artinya masyarakat yang lebih mampu membayar SPP berada di kelas I atau II, sehingga masyarakat yang kurang mampu membayar SPP tetap mendapat pelayanan yang memadai.

Jika Anda saat ini terdaftar sebagai anggota BPJS, berarti Anda telah berkontribusi untuk subsidi silang dan membantu merawat yang kurang mampu.

Anggota Harus Mengetahui Sistem Rujukan Berjenjang

Tujuan utama BPJS adalah memberikan jaminan pelayanan kesehatan untuk hampir semua jenis penyakit dan pengobatannya. Namun BPJS menggunakan sistem rujukan berjenjang untuk memastikan bahwa setiap jenis penyakit ditangani dengan tepat. D, kata kunci Pedoman Praktis Sistem Rujukan Berjenjang BPJS, hal ini dilakukan sebagai upaya pelimpahan dan pemerataan tanggung jawab antar pengelola fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Cara Membayar BPJS melalui BRIMO

Pertama, pasien BPJS harus mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I yang bisa berupa klinik atau puskesmas. Jika pengujian dan perawatan lebih lanjut diperlukan, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit tingkat II dengan seorang spesialis. Selain itu, rujukan baru ke puskesmas tingkat III harus dilakukan jika penyakitnya parah dan memerlukan perawatan oleh dokter subspesialisasi.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com