Stop Memikirkan Pacar!! Fokuslah Kepada Pengembangan Diri

Kita hidup di negara dimana kesuksesan yang utama adalah memiliki pacar dan kemudian menikah. Terlebih untuk anak-anak muda yang bawaannya mau nikah aja, itu tentu sangatlah bodoh jika pikirannya hanya begitu.

Dalam hidup yang paling terpenting itu bukan hanya soal uang dan kemudian soal urusan jodoh. Pengembangan diri itulah sesuatu yang lebih penting, kenapa? karena kita hidup kedepan bukan kebelakang, semakin bertambah usia semakin bertambah pula tantangan kita.

Untuk pengusaha yang sudah sukses aja seperti Bill gates, masih merasa kurang, jika kekayaannya hanya melalui microsoft saja. Dia saja masih berinvestasi disana dan disini, dengan tujuan bahwa dirinya harus terus berkembang.

Orang yang sudah sebesar Bill gates aja masih ingin berkembang, masa kalian tidak. Memang memiliki pacar itu hal yang baik, namun sudahkah berpikir bahwa menjalankan suatu hubungan itu tidak lah sulit? jawabannya tentu saja sulit. Jika kita sudah dewasa dan sudah berkembang tentu kesulitan tersebut akan bisa diatasi, namun buat yang belum berkembang dan masih belum dewasa, mending jangan berfokus untuk berpacaran deh, fokuslah untuk mengembangkan diri kalian dari berbagai bidang yang anda sukai.

Misalnya anda suka dengan kopi, anda bisa coba membuat sesuatu seperti kopi yang enak dan kemudian dijual ke orang-orang sehingga anda akan memiliki uang nantinya dan dapat menjadi sukses di masa depan. Kan yang enak anda juga,keluarga anda juga dan kemudian pacar anda juga yang senang nantinya jika anda sudah sukses nanti.

Bisa juga misalkan anda orangnya tidak percaya diri kemudian anda berlatih bela diri atau gabung ke komunitas memasak dll. Hingga timbul rasa percaya diri dari anda dan tentu itu bagus kan, misalnya saja anda menikah nanti sudah percaya diri sehingga senang pasangan anda nantinya, bisa berpasangan dengan orang yang percaya diri. Dari pada belum percaya diri kemudian menikah dan ujung-ujungnya malah cerai gara-gara anda yang tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Jadi intinya adalah fokuslah kepada diri anda dulu. Kembangkan diri anda hingga layak untuk dia, ketika sudah layak baru deh abis itu anda berpacaran dan kalau perlu menikah dengan pasangan anda. Jangan jadikan pacaran atau menikah cuman buat pamer kepada orang lain, tapi jadikan itu sesuatu yang anda jalankan dengan iklas dan anda sendiri pun juga sudah layak bersama dia, hingga pada akhirnya anda dapat bersama dengan dia sampai akhir hayat anda.

Kesimpulan dari pengembangan diri ini ialah bertujuan untuk membuat pasangan anda senang memiliki anda dan juga membuat sebuah hubungan yang terjalin dapat berjalan dengan baik. Karena banyak disini bocah-bocah belum kerja,belum ada pengalaman dan masih labil kemudian menikah begitu saja dengan orang yang disukai, hingga pada akhirnya ribut kemudian terjadilah kekerasan dalam rumah tangga dan parahnya bisa cerai.

Bagaimana bisa tidak ribut, yang menikahinya saja masih labil,belum kerja kemudian belum layak juga untuk menikah. Kan jadinya kasihan anaknya nanti, ketika masih kecil harus merasakan broken home.

Jadi sekali lagi fokuslah kepada pengembangan diri, hingga benar-benar anda ini menjadi sangat layak untuk berpacaran atau menikah dengan seseorang.

 

You May Also Like

About the Author: Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *