Kemendikbud Membagikan Kuota Untuk Belajar, Apakah Itu Cukup?

Kemarin Kementerian kebudayaan dan pendidikan (Kemendikbud) membagikan kuota atau pulsa ke siswa dari jenjang yang terbawah hingga yang teratas seperti strata 1 hingga strata 3 (S1,S2,S3). Namun sesuai judul yang ada diatas, pertanyaannya adalah apakah itu cukup membantu anak-anak dan para wali murid yang sedang berjuang di masa pandemi dan belajar daring yang kabarnya sangat rumit dan tidak efektif.

Memang banyak anak-anak yang membutuhkan pulsa untuk mengerjakan tugas dari guru atau dosen. Butuh paling kecilnya 2GB untuk mengerjakan tugas-tugas online ini dan bantuan kuota ini cukup membantu dan membuat anak-anak menjadi sedikit berkurang bebannya.

 

 

 

Tetapi apakah sudah ada jaminan jika seluruh anak indonesia memiliki handphone,komputer,laptop dan jaringan yang memadai dan apakah semua jaringan sama bagusnya seperti yang ada di jakarta atau kota-kota besar lainnya? jawabannya tentu tidak.

Banyak daerah-daerah di pelosok-pelosok yang jaringannya kurang memadai dan banyak juga anak-anak yang tidak punya teknologi canggih seperti orang-orang ekonomi menengah keatas. Apalagi ketika belajar daring banyak tugas dan biasanya menggunakan aplikasi seperti Zoom dan lainnya yang mana tidak semua orang bisa melakukannya.

Ada beberapa faktor, Faktor utama ya karena tidak ada teknologi yang canggih dan biasanya hal tersebut terjadi karena faktor keuangan yang tidak memadai. Perlu diingat teknologi yang canggih tidak murah biayanya dan Faktor kedua sudah pasti karena Jaringan dan Pulsa.

Bersyukur untuk masalah Pulsa/Kuota sekarang sudah sedikit terobati karena Kemendikbud, Nadiem Makarrim telah membagikan beberapa Kuota/Pulsa ke anak-anak.

Berarti untuk masalah pulsa/kuota sekarang sudah terobati sedikit, Namun untuk tingkat keefektifan dalam Kegiatan Belajar Mengajar sampai saat ini masih belum teratasi dengan baik. Saya pun Mempertanyakan kenapa belum ada jalan keluar untuk hal ini, Apakah sangat susah untuk mengakali agar keefektifan dalam belajar dapat terjalin kembali.

Terkadang heran kok susah amat untuk mencari solusi padahal sudah jelas-jelas Belajar daring ini tidak efektif. Solusi yang dimaksud adalah bagaimana caranya supaya anak-anak dapat belajar dengan efektif kembali walau sedang dimasa pandemi.

Jadi untuk pulsa/kuota memang cukup membantu untuk anak-anak diluar sana yang membutuhkan dan semoga saja bantuan dapat merata dari sabang hingga marauke.

Akan tetapi untuk masalah keefektifan dalam Kegiatan Belajar Mengajar ini bagaimana jalan keluarnya sehingga dapat terjalin efektif dan itulah sesuatu yang masih menjadi pertanyaan hingga saat ini.

You May Also Like

About the Author: Fitri Tamara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *