Menanti Kiprah Partai Ummat Besutan Amien Rais

Amien Rais pernah viral dengan dikotominya sekitar dua tahun lalu dimana ia menyebut adanya “Partai Allah” (mewakili Tuhan) dan “Partai Setan” (mewakili iblis). Kini dengan dibentuknya Partai Ummat atas idenya, berarti tokoh sentral di reformasi 1998 tersebut punya 3 kutub filosofis. Partai Allah (Tuhan), Partai Setan (Iblis), dan Partai Ummat (Manusia).

“Pak Amien sebagai salah satu pendiri dan mantan Ketua Umum PAN 2000-2005 sudah tidak lagi menjadi bagian dari keluarga besar PAN. Oleh karena itu beliau sudah tidak identik lagi dengan PAN,” ujar Viva Yoga Mauladi, Wakil Ketua Umum DPP PAN.

Amien menjelaskan arti nama partai barunya ini, Partai Ummat. Menurut Amien, ini terkait dengan asas partainya. Bedanya dengan PAN? Jika PAN berasas nasionalis-religius, maka Partai Ummat ide awalnya adalah berasaskan Islam.

Namun Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo menilai, salah satu yang menarik adalah asas partai baru itu tadinya disebut akan menggunakan asas Islam Rahmatan Lil’Alamiin (Kasih Sayang Allah Untuk Semesta Alam), namun pada akhirnya menggunakan Pancasila.

Sehingga, asasnya sama dengan PAN ( – dan  banyak partai senior lain) yang berasaskan Pancasila dan bersifat terbuka, majemuk, berasal dari berbagai pemikiran, latar belakang etnis dan agama.

Berarti Partai anyar yang launching di Youtube ini jika ditilik dari konsep pemikiran akan beda tipis-tipis saja dengan yang lain dan harus berjibaku keras di Pemilu nanti karena ceruknya ada diantara partai Islam dan Nasionalis.

“Partai Ummat Insya Allah bertekad akan bekerja dan berjuang bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan,” sebut Amien Rais.

Tak sabar rasanya melihat Partai Ummat yang kalau diimajinasikan secara filosofis, Ummat (manusia) ada ditengah-tengah “Tuhan” dan “Setan”. Berarti Partai baru ini bisa condong ke “putih” atau “hitam” tergantung tarikan mana yang lebih kuat.

Dan ada dua poin yang harus dicermati Pak Amien jika ingin melenggang ke Senayan nanti ; Masyarakat Indonesia sudah mulai lelah dengan politik yang membawa isu Agama, plus meningkatnya sentimen negatif terhadap sosok yang menjadi salah satu lokomotif reformasi itu.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.