Ada Apa Dibalik Pendekatan Intens Tesla Terhadap Indonesia?

Beberapa tahun terakhir kita terus dijejali merk-merk Tiongkok yang sebelumnya tidak terkenal, yang satu per satu masuk ke tanah air. Sejuk rasanya mendengar brand berikutnya yang ingin berbisnis dengan Indonesia adalah Tesla, produsen mobil listrik besutan pengusaha sekaligus futurist terkenal, Elon Musk.

Sebelumnya Wuling, DFSK, Geely, terlebih dahulu meramaikan jalanan negara kita. Hal ini mengingatkan kejadian di awal millenium, dimana sepeda motor tiongkok seperti Jialing, Qingqi, Sanex, meramaikan lalu lintas. Alih alih bertahan lama, tak sampai 10 tahun, satu per satu tenggelam.

Bukan di konteks ini saja Tesla “dikelilingi” mobil-mobil Tiongkok. Di arena produsen mobil listrik dunia pun, dapat dibilang “hanya” Tesla produsen spesifik mobil listrik terkemuka yang berasal dari non-China. Kompetitor yang mengelilinginya – Faraday Future, Lucid Motors, Nio, dan Le Eco semuanya “dipegang” oleh Negeri Tirai Bambu.

Menurut kantor berita Reuters, pembicaraan awal memang telah terjadi antara Tesla.Inc dan pemerintah Indonesia. Perusahaan yang bermarkas di Palo Alto – California itu hendak melakukan major investment untuk mendirikan pabrik baterei.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa manajemen Tesla tertarik berinvestasi lantaran Indonesia disebut dunia sebagai “Key Nickel Producer“, Produsen Kunci untuk (Sumber Daya) Nikel. Tidak main-main, bumi pertiwi kita menyimpan 25% dari total Nikel di seluruh dunia.

Namun seperti halnya emas, atau Uranium, dan kini Nikel, Indonesia sementara hanya sebagai “penyimpan”. Untuk mengelolanya menjadi kesejahteraan, sayangnya teknologinya dimiliki negara lain.

Manajemen Tesla bahkan bertanya apakah cadangan nikel Indonesia memang sebaik itu. Namun yang ditekankan oleh Luhut adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal. Oleh karena itu, menurutnya perlu ada komitmen dalam mengembangkan dan mendayagunakan tenaga lokal.

Ya, mungkin Tesla belum sampai ingin menjual produknya disini, berhubung bahan bakar minyak masih menjadi penguasa rimba dan infrastruktur bagi Electric Vehicle di nusantara masih belum siap.

Ditilik dari keterangan (yang masih) singkat diatas, sangat mungkin Tesla baru  ingin menjadikan Indonesia basis pembuatan baterei mereka, mengingat Nikel adalah komponen utama dalam kendaraan-kendaraan besar mereka semisal Class 8 Tesla Semi dan Tesla Cybertruck.

 

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.