Kuliner Legendaris Jakarta yang Otentik dan Terjaga Cita Rasanya

Fitri Tamara 0

Kuliner Legendaris Jakarta yang terkenal serta melegenda dari dulu bertahan sampai sekarang. Kuliner makanan maupun minuman ini masih eksis sampai sekarang karena memang rasanya yang istimewa, serta mampu menjaga kualitasnya membuat orang kangen untuk datang dan kembali lagi untuk mencicipi rasanya.

Berikut ini daftar kuliner legendaris Jakarta yang patut anda coba:

1. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Alamat: Jl. Kebon Sirih No.3 Jakarta Pusat

Bagi pecinta nasi goreng kambing, maka inilah tempat paling populer dan tekenal, sudah berjualan sejak 1958. Nasi gorengnya benar-benar mersap bumbunya ditambah irisan dagingnya yang besar-besar, membuatnya terasa mantap di setiap suapannya. Apalagi ditambah dengan acar yang ditambahkan di  setiap piiringnya, membuat sajian nasi goreng kambing ini semakin lengkap. Untuk porsinya bisa dipilih yang 1/2 porsi, 1 porsi atau porsi jumbo. Selain itu juga ada menu lain yang tidak kalah lezatnya seperti kambing guling, gule, sate kambing. Bagi  yang tidak suka dengan daging kambing, disini ada menu non kambing seperti nasi goreng ayam.

2. Mie Ayam Gondangdia

Alamat: Jl. RP. Soeroso No.36, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat

Mie Ayam paling legendaris di Jakarta, mie bakso nya benar-benar juara. Mie ayam dengan tekstur kecil dan lembut, bumbunya yang mungkin tidak terlalu terasa bagi sebagian orang, namun disitulah rasa otentiknya terasa. Banyak yang suka dengan rasa yang otentik ini, karena sudah terasa gurihnya, terasa bersih, sehat dan mewah. Ditambah pangsit gorengnya  menambah cita rasa renyah. Bila ingin lebih berasa, bisa ditambahkan kecap asin yang sudah tersedia ataupun bumbu-bumbu tambahan lainnya.

3. Bubur Ayam Cikini HR Suleman

Alamat: Jl. Cisadane No.121, Cikini, Jakarta Pusat

Bubur ayam khas Jakarta, bisa memesan yang biasa ataupun bisa ditambah dengan telor (mentah) bagi yang suka. Makannya  bisa ditambah dengan sate-satean ati, usus, yang juga tersedia terpisah, bisa mengambil sesuai dengan selera. Bubur dengan rasa rempah yang kuat, ada sedikit aroma jahe, karena khas Jakarta, maka buburnya tidak ditambahkan kuah kuning. Di atas buburnya diberikan suwiran daging ayam serta kerupuk dan emping juga ditambahkan diatas bubur.

4. Bakmi Gang Kelinci

Alamat: Jl. Kelinci Raya No.1-3, Ps. Baru, Jakarta Pusat

Bakmi dengan rasa kuah kaldu yang terasa banget gurihnya, serta porsinya mengenyangkan. Perpaduan antara mie dengan topping ayam, jamur lengkap dengan kuah dan jamur. Kita juga bisa memesan pangsit kuah nya saja yang didalamnya ada isian enak terbuat  dari daging ayam dan udang cincang. Tersedia juga porsi mini bagi yang tidak ingin makan dengan porsi yang banyak. Selain bakmi rebus disini juga ada menu lainnya seperti bakmi goreng serta hidangan chinese food lainnya.

5. Ragusa Es Italia

Alamat: Jl. Veteran I No.10, RT.4/RW.2

Makan es krim khas jaman dulu di tengah suasana elit di tengah kota jakarta pusat. Ragam varian es kombinasi yang memanjakan pandangan mata serta lidah tentunya. Es krim jadul yang sudah berjualan sejak tahun 1932, benar-benar seperti menikmati suasana serta rasa klasik dari es krim. Coba beberapa menu legend nya seperti banana split, coupe de masion, casatta sicilianaatau ice cream spaghetti. Es krim jadul bila dibandingkan dengan es krim sekarang mungkin lebih kurang kandungan susunya, dan tanpa bahan pengawet.

tripadvisor.com

6. Gado-Gado Cemara

Alamat: Jl Tanah Abang 5 No.36 Gambir Petojo Sel., Jakarta Pusat

Gado-gado khas dengan porsi yang besar, bumbunya khas dan kental. Sayur sayurannya dipilih dari yang segar-segar, sehingga terasa fresh begitu kita makan. Selain gado-gado, juga ada menu-menu lainnya yang tak kalah lezatnya seperti lontong cap gomeh, ada juga rujak juinya yang patut dicoba. Menu gado-gado juga bisa dipesan dalam bentuk paket, ada beberapa paket yang bisa dipilih, cocok untuk dipesan bagi  yang datang kesini rombongan lbih dari satu orang.

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com