SINDROM BOKONG MATI RASA KARENA TERLALU LAMA DUDUK

Fitri Tamara 0

Duduk sepanjang hari bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dansakit pada bagian bokong. Kondisi tersebut kini seringdikeluhkan oleh mereka yang bekerja di belakang meja atausetelah mengendarai mobil dalam perjalanan jauh. Kondisi inisecara medis diberi nama lower cross syndrome, gluteal amnesia atau gluteus medius tendinosis. Sebutan lebih mudahnya, sakitbokong atau sindrom bokong mati rasa. Namanya mungkinterdengar lucu, namun rasa tidak nyaman yang dirasakan jelastidak lucu. 

Menurut ahli tulang, Andrew Bang, DC, istilah itu digunakanagar lebih mudah dipahami. Mereka yang mengalami sindromini merasakan otot yang tegang dan lemah yang menciptakansebuah ketidakseimbangan. Duduk dalam waktu lama memangdapat melemahkan gluteus medius, satu dari tiga otot utama di bokong kita. Kebanyakan duduk juga dapat menyebabkan rasa kencang pada fleksor pinggul. Otot Gluteus medius berfungsimenstabilkan pinggul dan panggul. Jika otot ini lemas dan tidakdapat berfungsi optimal, kita mungkin akan mengalami berbagaitingkat nyeri pinggul dan punggung bawah saat duduk, bahkanterkadang saat bergerak.

Kelemahan otot juga dapat menekan, menarik atau mencubitsaraf, yang menyebabkan mati rasa,” kata Andrew Bang.

Kelemahan terjadi secara berangsur-angsur dan banyak orang tidak tahu apa penyebabnya. Sindrom ini tidak hanya terjadipada orang yang banyak duduk, tetapi juga pada orang-orang yang aktif. Para atlet, terutama pelari yang lupa melakukancross-training atau latihan kekuatan juga bisa mengalamisindrom ini. Namun, sindrom ini pada umumnya akan membaiktanpa harus mengonsumsi obat atau operasi.

Mengatasi gejala

Memijat jaringan dalam terkadang bisa membantu mengatasigejala sindrom bokong mati rasa. Namun, ada beberapa gerakanolahraga yang juga bisa membantu mengatasi rasa sakit danketidaknyamanan. Gerakan tersebut antara lain:

– Side-lying leg lifts (15-20 repetisi, tiga set, setiap hari)

– Clamshell (30-40 kali, tiga set, setiap hari)

– Seahorse pose (30 detik, tiga kali sehari)

Sejumlah perubahan perilaku dan kebiasaan juga bisamembantu, salah satunya adalah menyesuaikan cara duduk. Selain bisa mengatasi gejala, cara ini juga bisa dilakukansebagai pencegahan. Misalnya, setelah duduk selama 40 menitcobalah berdiri selama 20 menit. Manfaatkan waktu berdiriuntuk beraktivitas, seperti melakukan peregangan, meneleponatau mengobrol dengan orang lain.

Kamu juga bisa memilih meja yang permukaannya dapatdisesuaikan rendah dan tinggi, sehingga tidak perlumenghabiskan aktivitas dengan duduk sepenuhnya. Jikamemungkinkan pilih standing desk sehingga aktivitas bisadilakukan sambil berdiri. Terutama bagi orang-orang yang sudahmendapatkan saran khusus dari dokter.

Ini adalah usaha yang lebih minimal, daripada membayar biayamedis ke dokter,” kata Andrew Bang. 

Meski kursi kerja kita sudah tepat secara ergonomis ataumendukung postur tubuh yang baik, disarankan untuk mengubahposisi duduk secara berkala. Cara ini dapat membantu otot-ototdi bokong dan punggung bawah tetap berkaitan. Kneeling cairatau kursi berlutut juga bisa menjadi pilihan yang baik untukmenjaga postur tubuh.

Pesan utamanya adalah, variasi,” ungkap Andrew Bang.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.