5 Tips Puasa Sehat Untuk Bunda Yang Menyusui

Fitri Tamara 0

5 Tips Puasa Sehat Untuk Bunda Yang Menyusui

Menjalankan ibadah puasa hukumnya wajib bagi semua umat muslim. Termasuk wanita yang sedang hamil dan wanita menyusui. Namun, Islam sebenarnya memberi sedikit kelonggaran kepada mereka untuk tidak ikut shaum atau berpuasa. Tetapi harus menggantinya dihari-hari lain.

Namun, apabila wanita hamil atau menyusui ingin tetap berpuasa, maka berkah yang didapatkannya pun tentu lebih banyak. Ketahuilah, jika ibu menyusui tidak makan selama 14 jam atau berpuasa, makan komposisi ASI tak akan berubah kualitas yang rasanya. Kok bisa? Karena tubuh Anda akan melakukan mekanisme kompensasi dengan cara mengambil zat-zat gizi cadangan, seperti lemak, energi, protein, mineral dan vitamin.

Sehingga saat Anda berbuka, tubuh akan mengganti zat-zat gizi yang diambil tadi dengan gizi yang terdapat pada hidangan berbuka yang Anda makan. Untuk itu, Anda tak perlu takut, Bunda! Apakah saat ini Anda memutuskan untuk berpuasa? Jika iya, saya akan berbagi sedikit tips yang akan membantu memberikan asupan gizi yang baik agar kesehatan Anda tidak terganggu saat berpuasa dan menyusui. Tak perlu waktu yang lama, yuk kita simak ulasan dibawah ini!

Tips Puasa Yang Sehat Untuk Wanita Menyusui

Makanan Yang Dikonsumsi Harus Seimbang

Ya, makanan yang dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur haruslah seimbang dengan asupan gizi yang diperlukan. Faktanya, wanita menyusui membutuhkan asupan tambahan sebesar 700 kalori per hari. Untuk apan sajakan semua asupan kalori tersebut? 700 kalori tersebut akan dipilah menjadi dua bagian. 500 kalori untuk sang ibu dan 200 kalori untuk si bayi.

Oleh karena itu, Bunda harus mencukupi semua asupan tersebut dengan memperhatikan menu makanan yang dikonsumsi. Bagaimana caranya? Caranya dengan makan 3kali dalam sehari. Kok 3kali? Kan, lagi puasa? Makan 3kali sehari dalam puasa itu bisa kok. Caranya dengan mengatur waktu makannya. Sahur sebagai sarapan, berbuka sebagai makan sore, dan makan sebelum tidur sebagai makan malam.

Perbanyak Minum Air

Anda tentu sudah tahu, bahwa 90% dari tubuh kita adalah air. Untuk itu kita membutuhkan asupan mineral yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan mineral dalam tubuh. Terutama untuk ibu menyusui, asupan mineral yang diperlukan pun 2kali lipat dari biasanya. Hal ini bertujuan untuk membantu melancarkan proses memproduksi ASI.

Minumlah air 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas sesudah shalat magrib dan 2 gelas ketika ingin tidur. Selain meminum air mineral, Anda juga bisa menggantinya dengan meminum susu atau jus buah. Yang terpenting Anda jangan meminum minuman berkafein, ya! Itu tidak baik untuk mekanisme tubuh Anda.

Istirahat Yang Cukup

Untuk mencegah penyakit mudah datang, istirahatkan tubuh Anda jika sudah tidak mampu bekerja. Jangan memaksakan diri agar tidak timbul rasa stres. Karena jika Anda sudah merasa stres dan lelah, kondisi bayi pun akan memburuk. Untuk itu istirahatlah dengan cukup!

Olahraga Yang Rutin

Olahraga tidak harus melakukan hal-hal yang berat kok! Cukup dengan berjalan mengelilingi komplek satu kali atau melakukan senam-senam ringan, Anda sudah berolahraga. Mengapa harus berolahraga? Kan, lagi lemas karena puasa! Eits, olahraga itu sangat penting loh. Tak terkecuali pada saat Anda berpuasa. Dengan olahraga, tubuh Anda akan terus berkeringat dan tubuh Anda menjadi sehat. Untuk itu, jangan remehkan untuk berolahraga, ya!

Tetap Tenang

Yang terakhir adalah tetap tenang saat berpuasa. Jangan memikirkan hal-hal yang akan membuatmu merasa tertekan. Dan ada saatu hal penting lagi, Bunda. Perlu Bunda ketahui, semakin sering ASI dihisap oleh si bayi, maka semakin lancar proses pemproduksian ASI nya. So, jangan ragu-ragu untuk memberikan ASI pada si kecil.

Itu dia tips puasa sehat untuk wanita yang menyusui. Memutuskan untuk tetap berpuasa atau tidak itu tergantung niatan dari Anda sendiri. Semoga apa yang saya berikan dapat bermanfaat dan selamat mmencoba!

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.