Jangan Takut Dosa! Karena Allah Maha Mengetahui

Assalamualikum wr wb, apa kabarnya semua? semoga sehat selalu dan di murahkan rezekinya oleh Allah swt, Aamiin Yra.

Kali ini di artikel ini, kita akan membahas tentang mengucapkan “Selamat natal dan tahun baru”, ya berhubung sekarang sedang di hari dimana hari tersebut sedang ada acaranya umat kristiani.

Apalagi kalau bukan “natal”, memang sebenarnya dilarang mengucapkan “Natal” karena secara tidak langsung mengakui keberadaan Yesus kristus dan mengakui bahwa tuhan itu beranak dan dapat diperanakan.

Memang sih kalau mau melihat dari situ kita salah dan dosa. Namun jika ucapan “selamat natal” itu hanya sebagai bentuk toleransi, apakah salah dan apakah langsung dikutuk oleh Allah swt? menurut saya pribadi jawabannya adalah Tidak.

Karena Allah swt maha adil dan maha mengetahui, sesuai dengan yang ada di asmaul husna “al adl” yang berarti maha adil dan “al amin” yang berarti maha mengetahui.

Sesuai yang ada di surat al-Mumtahanah ayat 8: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Q.S. al-Mumtahanah [60]: 8)

Nah dari sini saja kita tau bahwa Allah swt tidak melarang umatnya untuk berbuat baik.

Apakah ucapan “selamat natal dan tahun baru” yang hanya bertujuan untuk terciptanya toleransi serta dapat menghargai perbedaan dan perdamaian antar umat beragama, itu salah dan tidak baik?

Jawabannya bagaimana itu bisa dikatakan tidak baik jika kita ingin menciptakan perdamaian antar sesama umat manusia, saya yakin Allah pasti akan mengetahui hal tersebut dan tidak akan menganggap itu perbuatan yang salah.

Maka dari situ bisa dikatakan bahwa perbuatan tersebut diperbolehkan.

Selain itu, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Maka Dahulu ada seorang anak Yahudi yang senantiasa melayani (membantu) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia sakit dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatanginya untuk menjenguknya. Lalu beliau duduk di dekat kepalanya, kemudian berkata :

“Masuk Islam-lah!” maka anak Yahudi itu melihat ke arah ayahnya yang ada di dekatnya, maka ayahnya berkata,”Taatilah Abul Qasim (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)”.  Maka anak itu pun masuk Islam dan kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dan bersabda,

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka”  (HR. al-Bukhari no. 1356, 5657).

Pada hadits tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi teladan kepada umatnya untuk berbuat baik kepada non-Muslim.

Sehingga mengucapkan selamat Natal yang merupakan salah satu bentuk perbuatan baik kepada non-muslim pun dapat diperbolehkan, walaupun bukan dalam keadaan darurat.

Ucapan tersebut diperbolehkan selama tidak mengganggu Akidahnya terhadap Allah dan Rasul-Nya serta tidak mendukung keyakinan umat Nasrani tentang kebenaran peristiwa natal.

Satu lagi didalam surah al-kafirun ayat 2, yang mengatakan “aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah”.

Nah dari sini ketika sekarang mengucapkan “selamat natal dan tahun baru” Termasuk kedalam perbuatan menyembah tuhan umat kristiani? kan tidak.

Jika segampang itu dengan satu kata bisa dibilang menyembah lantas bagaimana dengan orang non muslim yang misalnya saja sedang bermain film kemudian berperan sebagai orang muslim dan di adengan tersebut ia sedang sholat dan berdoa dengan mengatakan

“ya allah, ya tuhan ku aku memohon rezeki dan keselamatan dunia akhirat, Aamiin ya robbal alamin” dapat dikatakan itu menyembah allah dan kemudian langsung mendapat pahala? kan tidak juga.

Allah juga tau bahwa itu hanya keperluan untuk film dan bukan semata-mata karena orang tersebut ingin menyembahnya. Begitu juga dengan mengucapkan “selamat natal dan tahun baru” yang dilakukan untuk bertoleransi saja dan bukan untuk mengakui tuhan dari umat kristiani.

Jadi ya tidak apa-apa mengucap “selamat natal dan tahun baru” asal ucapan tersebut hanya untuk toleransi saja dan sekali lagi bukan untuk mengakui tuhan dari umat kristiani.

Jujur kami sedih melihat kondisi sekarang ini, karena akhir-akhir ini banyak sekali kaum radikalis yang tampaknya hanya ingin berperang terhadap kaum lain dan tidak ingin berdamai serta hanya ingin perpecahan antara sesama masyarakat indonesia.

Jangan sampai perpecahan itu terjadi ingat kita semua saudara dan satu lagi Damai itu indah.

Surat Al-An’am Ayat 108

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.”

Jadi dari sini secara tidak langsung kita ingin membuat nama Islam menjadi baik dan ingin agar Allah swt tidak dimaki dengan melampau batas tanpa pengetahuan.
Berarti jelas tindakan yang dilakukan pertama untuk toleransi dan menjaga perdamaian, kedua untuk menyelamatkan nama baik Islam serta Allah swt selaku tuhan kita dan terakhir yang ketiga, untuk membuat persatuan Indonesia semakin kuat.
Sekian dari saya dan terima kasih
waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

You May Also Like

About the Author: Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *