Cara Menghitung Zakat Harta Penghasilan (Zakat Mal) yang Benar

Fitri Tamara 0

Cara Menghitung Zakat yang Benar – Zakat harta atau zakat mal merupakan salah satu zakat yag dikenakan berupa emas, uang, aset yang disewakan, dan surat – surat yang berharga. Biasanya bagi orang yang mempunyai harta kekayaan lebih selama setahun bisa membayar zakat mal ini kepada orang – orang yang membutuhkan.

Tak jarang pula, orang – orang membayar zakat mal pada bulan ramadhan yang dilakukan secara bersamaan dengan membayar zakat fitrah. Karena mengharap pahala yang berlipat ganda di bulan suci ramadhan. Akan tetapi, akan lebih baik lagi jika anda sudah memenuhi syarat untuk membayar zakat mal.

Oleh sebab itu, bagi Anda yang akan melakukan zakat sebaiknya disegerakan saja membayarnya tanpa perlu menuggu bulan puasa.

Zakat Harta
Sementara untuk menghitung zakat yang perlu di bayar biasanya orang – orang memasukkan haul dan nisab sebagai variabel. Nisab merupakan ukuran jumlah harta kekayaan yang mana wajib dibayarkan zakat.

Orang yang wajib membayar zakat adalah orang yang memiliki harta telah mencapai setara dengan 85 gram emas. Sedangkan untuk saat ini, harga emasyang ditawarkan sekitar Rp. 914.000 per gramnya.

Maka, jiika anda punya harta kekayaan dengan nilai yang setara dengan Rp. 77.000.000 dan telah mengendap selama setahun lamanya atau sudah mencapai haul. Maka wajib bagi anda agar dapat membayar zakat harta atau zakat mal. Jenis zakat ini biasanya dibayar tahunan.

liputan6.com

Bagaimana Cara Menghitung Zakat Penghasilan Itu ?

Zakat Penghasilan
Adapun zakat profesi atau zakat penghasilan adalah zakat yang wajib dikeluarkan sesuai dengan penghasilan yang di dapatkan dari pekerjaan atau profesi yang anda jalankan. Ukuran nisabnya yaitu setara dengan 520 kilogram berat.

Maka, jika anda saat ini sehari – hari konsumsi beras dengan harga Rp. 12.000 per kilonya. Jadi nisab dari zakat penghasilan yaitu setara pendapatan 520 kilogram x 12 ribu = Rp. 6,24 juta

Jika kekayaan atau pendapatan anda telah mencapai nisab yang diwajibkan zakat. Maka adapun besar zakat yang perlu di keluarkan yaitu sebesar 2,5 % dari harta yang dimiliki.

Perlu diketahui, dimana hal ini telah disebutkan sebelumnya, bahwasanya nisab dari zakat penghasilan setara dengan 520 kilogram beras yang jika dirupiahkan sebesar Rp. 6,24 juta.

Dengan begitu, jika anda saat ini mempunyai pendapatan secara rutin Rp 15 juta per bulannya, maka zakat penghasilan yang harus anda keluarkan yaitu sebesar Rp. 375 ribu. Di dapat dari Rp. 15.000.000 x 2,5% = Rp. 375.000.
Zakat Bisa Dibayar Bulanan Atau Tahunan

Bagi Anda yang hendak untuk membayar zakat sebetulnya harus menghitung haul atau rentang waktu harta itu mengendap, yaitu minimal 1 tahun. Sementara untuk zakat penghasilan, anda dapat memilih dua cara yang bisa dilakukan untuk membayarnya yaitu bulanan atau tahunan.

Jika anda saat ini menerima pendapatan secara rutin tiap tanggal tertentu, maka ada baiknya anda membayarnya bulanan supaya kewajiban tersebut tidak anda lupakan jika ditunda – tunda.

Tapi sebaliknya, jika anda mempunyai penghasilan yang tak menetap, anda dapat memakai cara pembayaran yang tahunan. Contohnya, jika anda berprofesi sebagai freelancer yang mana dalam waktu setahun nilai proyek yang anda jalankan mempunyai penghasilan sebesar Rp. 120 juta. Dengan begitu, zakat yang perlu anda bayarkan dalam waktu setahun yaitu Rp 100 juta x 2,5% = 2,5 juta. Semoga berguna dan bermanfaat .

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com