Kompol Yuni Lepas Jabatan Karena Tersandung Sabu Menggemparkan

Fitri Tamara 0
Kompol Yuni Lepas Jabatan Karena Tersandung Sabu Menggemparkan

Kompol Yuni lepas jabatan yang menjadi berita terkini yang paling mengejutkan banyak orang. Pemilik nama lengkap Yuni Purwanti Kusuma Dewi ini telah resmi dicopot jabatannya sebagai seorang Kapolsek Astananyar.

Pencopotan jabatan tersebut tertulis dalam surat telegram rahasia (TR) Kapolda Jawa Barat dengan nomor ST/267/II/KEP/2021 pada tanggal 17 Februari 2021 kemarin. Dalam surat tersebut sudah ditandatangani Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Solichin atas nama Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri.

Kompol Yuni Lepas Jabatan Karena Tersandung Sabu Menggemparkan
trendingpublik.com

Penyebab Kompol Yuni Lepas Jabatan

Tahukah anda apa sebenarnya yang menyebabkan Kompol Yuni lepas jabatan? Kapolsek Astanaanyar telah diamankan karena kasus penyalahgunaan barang terlarang narkoba. Yuni Purwanti diamankan bersama dengan 1 oknum Polisi. Kompol Yuni dan belasan oknum lainnya telah diamankan petugas gabungan Mabes Polri dan Polda Jabar di Hotel Kota Bandung.

Sedikit Biografi Yuni Purwanti

Yuni Purwanti adalah seorang Polisi wanita pemberantas Narkoba Kapolsek Astanaanyar. Ia lahir pada tanggal 23 Juni 1971 kota Porong, Sidoarjo. Kompol tersebut merupakan anak ketiga dari AKBP Sumardi(Alm).Dan dia juga merupakan Polwan angkatan tahun 1989.

Sebelum Yuni menjabat sebagai Kapolsek Astanaanyar, ia sudah tercatat pernah menjadi Kasar Reserse Narkoba di Polres Bogor dan juga Kapolres Bojongloa Kidul Kota Bandung. Pada tahun 2017 ia pernah membagikan kisahnya sebagai seorang orangtua tunggal dengan dua anak yang sudah kuliah.

“Saya mempunyai dua orang anak, saat ini mereka sedang menempuh pendidikan di meja kuliah, dan saya membesarkannya sendiri tanpa ada rasa kesulitan sedikit pun”, tutur Kompol Yuni.

Mempunyai peran sebagai seorang ibu yang sekaligus ayah bagi anak-anaknya, ia tidak mengaku kesulitan. Padahal pada tahun 2019 lalu Kompol YPKD pernah mengungkap kasus peredaran Kokain Bogor. Namun ironisnya, malah beliau sendiri yang tersandung bahan haram tersebut.

Tanggapan yang Mengejutkan

Polwan cantik dan berprestasi Yuni telah tertangkap basah bersama anak buahnya di sebuah Hotel ternama Bandung. Ternyata mereka melakukan pesta sabu dengan asyiknya. Pada saat itu juga ia kemudian ditangkap sehingga membuat Kompol Yuni lepas jabatan.

Awal dari pembuktian bahwa Kompol cantik tersebut terdakwa adalah karena ia dan anak buahnya di tes urine dengan hasil akhir yang menyatakan bahwa ia positif telah menggunakan narkoba jenis Sabu. Meskipun saat penggerebekan tidak ditemukan barang bukti namun pada kasus lainnya sudah terdakwa dan benar-benar terbukti.

Penangkapan Polwan yang menyebabkan Kampol Yuni lepas jabatan tersebut juga telah dibenarkan oleh Kabid Humas Jabar, Kombes Pol Erdi Ardimulan Chaniago. Pada tanggal 17 kemarin ia mengatakan “Intinya ada pengamanan dari Polsek Astanaanyar yang telah terduga melakukan penyalahgunaan narkoba, ada jumlah ada 12 orang”.

Ternyata, kasus tersebut terungkap karena adanya laporan ke Mabes Polri yang kemudian ditindaklanjuti Propam Polda Jabar. Berdasarkan pengembangan, salah satu anggota Polsek Astanaanyar telah tertangkap karena menggunakan sabu dengan berat kurang lebih 7 gram.

Ardi juga mengatakan hasil tes urine Polwan Astanaanyar tersebut positif telah menggunakan salah satu jenis Narkoba meskipun mereka tidak menemukan barang bukti.

Selain itu, Ardi juga mengatakan bahwa Polri akan bersikap tegas terhadap kasus ini. Hukum tetaplah hukum dan siapapun yang bersalah tetap akan dihukum. Kesalahan terbesar tersebut akan terancam sanksi penurunan jabatan pangkat bahkan sampai pemecatan. Sehingga hal itulah yang menyebabkan Kampol Yuni lepas jabatan.

Baik yang dari anggota Polsek Astanaanyar dan siapapun yang terlibat dalam kasus narkoba, maka akan menerima sanksi tegas tersebut.

Ungkapan Ketua Presidium IPW

Ketua IPW Neta mengungkapkan bahwa kasus Kapolsek Astanaanyar tersebut sangatlah memalukan. Apalagi membuat Kampol Yuni lepas jabatan dan dipecat, tentu saja sangat mencoreng wajah Polri terutama bagi Kapolri baru Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Dari situlah ketua IPW tersebut mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus ini dan menyeret Kompol Yuni beserta Cs. Harapan tersebut juga akan membuktikan apakah Kampol termasuk dalam sindikat atau sekedar pemakai saja.

Sudah seharusnya siapapun yang bersalah akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Entah dia yang berasal dari rakyat biasa ataupun pemerintah. Hukum tetaplah hukum, dan semua makhluk Tuhan itu mempunyai dudukan yang sama di depan hukum meski mempunyai jabatan yang berbeda. Kita dapat menjadikan pelajaran dari kisah Kampol Yuni lepas jabatan tersebut.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com