Baku Tembak di Mabes Polri Gegerkan Suasana Damai Negara Indonesia

Romine Sofri 0
Baku Tembak Di Mabes Polri Gegerkan Suasana Damai Negara Indonesia

Baku tembak di Mabes Polri terjadi pada tanggal 31 Maret 2021, tepatnya pukul setengah lima. Tentunya hal ini membuat kaget banyak orang. Apalagi saat ini sedang maraknya teroris yang mengkhawatirkan Indonesia. Bukan cuma itu saja, kasus yang menimpa Indonesia tercinta ini.

Banjir yang belum reda, Corona yang masih betah menjadi tamu istimewa kita. Belum lagi Pertamina terbesar di Asia Tenggara meledak. Namun yang benar-benar meresahkan adalah kabar adanya teroris dan pengeboman di Gereja Katedral.

Baku Tembak Di Mabes Polri Gegerkan Suasana Damai Negara Indonesia
bengkulu.antaranews.com

Kronologi Terjadinya Peristiwa Baku Tembak di Mabes Polri

Runtutan terjadinya peristiwa baku tembak ini bermula ketika ada seorang pria yang tiba-tiba masuk ke kawasan Mabes Polri. Mengetahui hal tersebut lalu petugas segera menembaknya. Karena muncul kecurigaan, bahwa pria tersebut adalah seorang teroris. Dugaan tersebut muncul, karena pakaian yang dikenakan laki-laki tersebut berwarna hitam.

Malang Nasib Si Teroris

Setelah terjadinya baku tembak di Mabes Polri tersebut, laki-laki yang berpakaian hitam tergeletak tanpa daya dan upaya. Lebih tepatnya pria tersebut tergeletak di depan Rupatama. Tidak ada yang mengetahui mengenai identitasnya. Apa yang akan terjadi jika sosok itu benar-benar teroris? Apa yang akan terjadi pula jika ia bukanlah teroris?

Perlu anda ketahui juga bahwa berita ini mampu menggemparkan manusia. Bahkan dunia jagad maya. Namun, sampai saat ini juga tidak ada pihak yang menghubungi maupun mengunjungi orang ini.

Bertepatan dengan Perburuan Bom

Terjadinya insiden baku tembak di Mabes Polri tersebut juga bertepatan dengan perburuan dan penangkapan belasan orang. Belasan orang tersebut dicurigai sebagai teroris dalam kasus peledakan bom bunuh diri Gereja Katredal di Makassar.

Fakta Mengejutkan

Ternyata terduga teroris tersebut bukanlah seorang laki-laki, akan tetapi malah perempuan. Awalnya ia masuk ke kawasan Mabes dengan menggunakan pakaian yang serba hitam. Saat itu waktu menunjukkan sedang sore. Ia masuk melalui pintu belakang dan menuju Pos Penjagaan.

Ketika sampai pada Pos Penjagaan, perempuan tersebut mengambil sebuah benda dari dalam tasnya yang mirip dengan sebuah pistol. Lalu ia juga menyodorkannya menuju ke arah petugas. Ada seorang petugas dengan baju dinasnya keluar, namun pada akhirnya masuk lagi saat melihat perempuan tersebut menodongkan pistol.

Tak lama kemudian, perempuan tersebut juga menodongkan benda tersebut ke arah Pos Penjagaan. Melihat hal yang demikian, membuat semua anggota polisi bersiap siaga dalam jarak yang sudah mereka tentukan. Lantas perempuan tersebut berjalan menjauh dari pos tersebut dengan tangan yang masih menggenggam pistol.

Gerak-geriknya juga mencurigakan, ia menoleh ke kanan dan kiri seolah-olah mengawasi. Namun, pada akhirnya terjadilah baku tembakan di Mabes Polri, suara tembakan terdengar lantang yang membuat wanita tersebut roboh tanpa daya dan kekuatan.

Bahkan suara tembakan tersebut terjadi berkali-kali. Pukul 18. 18 waktu Indonesia barat, jenazah tersebut akhirnya dimasukkan ke dalam kantong warna orens. Petugas membawanya dengan Mobil Ambulance yang tertulis DVI Mabes Polri.

Sebelum pengangkatan jenazah, para petugas juga memeriksa barang-barang bawaannya terlebih dahulu. Hingga pada akhirnya diperiksa oleh Petugas DVI dan Labfor Polri. Tujuan akhir jenazah tersebut adalah Rumah Sakit Polri.

Adanya Penjagaan yang lebih Ketat

Setelah terjadinya peristiwa baku tembak di Mabes Polri tersebut, membuat kawasan Mabes mengalami penjagaan yang sangat ketat. Tidak ada yang boleh masuk, kecuali sudah mempunyai izin.

Untuk mengatasi terjadinya hal baku hantam di Mabes Polri ini, mari bersama saling meningkatkan keamanan. Mari menjaga negara Indonesia tercinta ini.

Tags: