Tips Mendesain Ruang Keluarga Minimalis Yang Nyaman

Fitri Tamara 0

Tidak perlu bingung dalam mendesain ruang keluarga minimalis. kuncinya adalah pada keselarasan antara desain ruang dengan style hidup anda. Sebagai contoh adalah pada sebuah unit apartemen dengan luas 46 m2 dan hanya tersedia ruang seluas 9 meter persegi untuk peruntukan ruang keluarga. Tidak ada batas fisik antara ruang keluarga dengan ruang makan di sampingnya. Dinding dimanfaatka sebagai pembeda fungsi ruangan. Di ruang keluarga dinding dilapisi dengan wallcover dengan warna merah yang berbeda dengan mayoritas ruangan lain yang berwarna krem. Selain itu diletakkan furniture berupa dua sofa du dudukan dua ottoman,  credenza TV dan empat rak yang melayang di dinding. Ottoman dan sofa membuat ruang kelaurga berkesan lebih nyaman dan hangat.

 

Elemen Sekat dalam Mendesain Ruang Keluarga Minimalis

Umumnya orang akan mendesain ruang keluarga minimalis dengann posisi berada di tengah rumah dan terletak di antara ruang tamu dan ruang makan. Seringkali sudah ada batas fisik diantara ruang-ruang itu. Namun karena berada ditengah, seringkali kesannya menjadi terjepit dan kurang berfungsi maksimal. Sebenarnya selain batas fisik seperti dinding, ada banyak cara untuk mempertegas batas ruang keluarga. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi variasi pemakaian material yang berbeda nuansa. Memadukan bermacam variasi yang kurang tepat bisa meyebabkan ruang berkesan makin sempit dan tidak nyaman. Jika posisi ruang keluarga itu terletak seperti terjepit di antara ruang lain, hilangkan sekat yang masif dan bersfat berat.

 

 

Secara prinsip arsitektural pembagian ruang bisa dilakukan dengan dengan penggunaan material, split level lantai, penempatan sekat pembagi ruang dan pemainan plafon. Di salah satu satu contoh dalam mendesain ruang keluarga minimalis, prinsip arsitektural pembagian ruang betul-betul diaplikasikan. Di rumah yang menjadi contoh kita kali ini, pola ruang keluarga minimalis dibuat berbeda dengan pola latai ruang makan di sebelahnya. Di ruang keluarga menggunakan ubin polos warna coklat muda dengan ukuran 30 cm x 30 cm yang dipasang diagonal dan di bagian tengahnya ada motif ubin batik ukuran 20 cm x 20 cm dengan luas 1 x 2 meter. Susunan ubin batik ini menggantikan fungsi karpet. Sementara di ruang makan menggunakan ubin polos coklat ukuran 35 cm x 35 cm dengan pola susunan ubi persegi panjang. Pembagian pola lantai ini secara tegas membedakan fungsi ruang makan dan keluarga.

 

 

Dengan split level atau pembedaan ketinggian lantai, anda bisa membentuk urutan ruang dengan tingkat privasi masing-masing dan mempertegas batas ruang. Meski terlihat berbeda, sebetulnya ruang itu masih satu kesatuan. Resiko penggunaan split level ini adalah rumah jadi memiliki banyak anak tangga untuk itu perlu diperhatikan posisi anak tangga agar tidak berkesan berserakan. Letakkan secara proporsional dan linier.

 

 

 

Tips Mendesain Ruang Keluarga Minimalis Yang Nyaman

 

Anda bisa menggunakkan kombinasi dari pembagian ruang sesuai prinsip split level,poa lantai, pemberian sekat dan permainan plafon. Yang penting anda paham terebih dahulu untuk prinsipnya masing-masing.

 

Berikut adah beberapa solusi dan tips mendesain ruang keluarga minimalis yang nyaman:

  • Menentukan layout furnitur sebelum membuat perbedaan ketinggian lantai, ini akan menentukan peletakan split levelnya. Split level sebaiknya dibuat dengan searah atau linear. Tata letak yang berseberangan akan membuat ruangan menjadi lebih sempit.
  • Memastikan fungsi dan ukuran ruangan terlebih dulu jika akan mengunakan pola dan ukuran lantai berbeda. Pakai ubin bermotif untuk aksen.
  • Saat penataaan furniture sesuaikan dengan luas ruang. Gunaka karpet dengan bahan dan warna berbeda untuk memaksimalkan ruang sempit.
  • Bila hendak memakai sekat, pilihlah yang mempunyai bahan ramping, ringan dan transaparan. Gunakan yang bisa digeser-geser.
  • Cahaya buatan atau alami pada ruang keluarga akan membuat suasana menjadi lebih hangat dan akrab.

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com