Busana Muslim Syari, Berikut Syarat dan Ketentuannya Berdasarkan Islam

Fitri Tamara 0
Busana Muslim Syari, Berikut Syarat dan Ketentuannya Berdasarkan Islam

Busana muslim syari merupakan suatu model atau gaya berpakaian yang biasanya dikenakan umat yang beragama Islam. Selain menjadi gaya berbusana, hal tersebut juga merupakan suatu kewajiban berdasarkan aturan agama Islam. Kebanyakan orang beranggapan bahwa syari itu dengan sesuatu yang besar, tapi pada dasarnya syari itu menutupi sesuatu yang harus dan wajib untuk ditutupi.

Perlu anda ketahui juga bahwa menutupi itu mempunyai syarat dan ketentuan guna mencapai kata syari. Bukan asal-asalan, yang penting menutupi. Apalagi untuk seorang wanita yang boleh terlihat hanya wajah dan telapak tangan saja. Akhir-akhir ini banyak bermunculan model berpakaian muslim yang tidak memperhatikan syarat syari, terutama untuk kaum hawa.

Busana Muslim Syari, Berikut Syarat dan Ketentuannya Berdasarkan Islam
dailysia.com

Syarat-syarat Busana Muslim Syari yang Harus anda Ketahui

Wahai saudara dan saudariku, hendaklah kalian menggunakan busana yang mampu melindungi kalian dari berbagai mara bahaya, dengan memperhatikan syarat-syarat berbusana muslim seperti ini.

Menutup Seluruh Anggota Badan Selain Bagian yang Telah Dikecualikan

Tahukah anda tentang apa itu aurat? Aurat merupakan bagian tubuh manusia yang wajib ditutupi dari pandangan mata orang lain dengan menggunakan pakaian. Untuk kaum perempuan sendiri semua anggota tubuh itu aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan kaum adam, auratnya hanya meliputi pusar ke bawah sampai lutut kaki.

Nah, dari situ bisa kita simpulkan bahwa sudah seharusnya kaum muslim itu menggunakan busana syari yang menutupi semua aurat. Kecuali yang memang boleh ditunjukkan dalam Islam.

Bahannya Harus Tebal Atau Tidak Terawang

Meski gayanya modern namun jika tidak memenuhi syarat busana muslim syari, lantas apa gunanya? Dengan menggunakan bahan busana yang terawang, seolah-olah kita itu menunjukkan kepada orang lain bentuk tubuh kita dengan cara menerawang.

Nyatanya, bahan yang tipis yang kita gunakan ketika terkena terpaan sinar matahari, bentuk tubuh kita akan terlihat. Dalam melakukan kegiatan sehari-hari kita juga tidak memastikan bahwa kita akan selalu berkegiatan dalam ruangan yang tak melibatkan sinar matahari.

Guna dalam mengenakan busana yang berbahan tebal, tentunya untuk menghindari dan menjadi solusi dari problema tersebut. Apakah anda mau jika lekuk tubuh anda dilihat masyarakat banyak?

Tidak Boleh Ketat

Selain tebal, busana muslim syari yang harus kita gunakan juga tidak boleh seksi atau ketat. Saat ini banyak kita temui terutama kaum hawa yang berpakaian tidak sesuai dengan aturan. Dengan begitu, tanpa mereka sadari akan mengundang syahwat lawan jenis.

Untuk anda para kaum laki-laki, supaya tampilan anda syari anda bisa menggunakan salah satu model celana yakni sirwal. Tentunya gayanya juga tidak boleh menyerupai gaya berbusana perempuan. Untuk kaum perempuan jika anda tidak mau ribet anda bisa mencontoh OOTD syari para selebgram seperti Oki Setiana Dewi, Anisa Rahma Adi, Shireen Sungkar, dan yang lainnya. Style yang anda kenakan juga tidak boleh meniru gaya fashion kaum laki-laki. Karena hal tersebut merupakan ciri-ciri akhir zaman.

Tidak Boleh Memakai Parfum

Janganlah kalian menggunakan wewangian pada busana muslim syari yang anda kenakan. Karena dalam Islam seorang perempuan itu tidak boleh menggunakan parfum kecuali dalam rumah dan untuk suaminya. Apalagi jika haramnya parfum tersebut dicium oleh lawan jenis yang bukan mahram, sungguh hal tersebut diibaratkan anda telah berzina dengannya.

Berbeda dengan laki-laki, mereka boleh menggunakan wewangian, terutama ketika hendak melakukan salat Jumat. Hal tersebut juga merupakan amalan sunnah.

Nah, demi menjaga harga diri kita masing-masing dari segala sesuatu marabahaya dan kejahatan lainnya. Gunakan style busana muslim syari yang sesuai dengan ketentuan dan syariat Islam.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com