Wujud Keragaman Budaya Bukti Nyata dari Kekayaan Indonesia Tercinta

Romine Sofri 0
Wujud Keragaman Budaya Bukti Nyata dari Kekayaan Indonesia Tercinta

Wujud keragaman budaya menjadi bukti bahwa Indonesia itu kaya. Bahkan bukan hanya sumber daya alamnya saja, akan tetapi juga budayanya. Wilayahnya yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke ini sungguh memiliki kekayaan yang sangat luar biasa. Bukti lain yang mendukung adanya pernyataan ini adalah Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun.

Sebagaimana dengan semboyan kondang negara Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika yang mempunyai arti berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan. Semboyan tersebut juga menjadi bukti meskipun Indonesia terdiri dari berbagai macam perbedaan, akan tetapi masih saling menghargai dan juga menghormati satu sama lainnya.

Wujud Keragaman Budaya Bukti Nyata dari Kekayaan Indonesia Tercinta
youtube.com

Apa Saja Wujud Keragaman Budaya Indonesia Itu?

Semboyan yang berasal dari bahasa jawa kuno tersebut juga berfungsi sebagai pengukuh bahwa sejatinya keragaman yang terdapat pada negeri kita ini merupakan keindahan dan kekayaan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Lantas, apa saja yang menjadi wujud kekayaan milik Indonesia ini?

Upacara Adat

Upacara adat juga menjadi bukti keragaman budaya Indonesia. Sampai saat ini juga upacara adat masih ada dan dilestarikan oleh penduduk setempat. Fungsi dari upacara ini juga sangat beragam, ada yang menjadi penghubung antara manusia dengan dewa atau para leluhur atau sebagai perwujudan manusia guna menyesuaikan diri terhadap alam.

Ada banyak sekali upacara adat yang terdapat di Indonesia yakni Ngaben yang merupakan upacara adat Bali untuk melakukan kremasi Jenazah. Bakar Batu sebagai rasa syukur, ruwatan di Yogyakarta yang bertujuan untuk mensucikan diri seseorang, dan juga Sekaten sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad. Tidak hanya itu saja, akan tetapi masih banyak upacara adat yang lainnya.

Rumah Adat

Setiap pulau yang ada di Indonesia mempunyai bentuk rumah adat yang berbeda-beda. Bahkan dari generasi ke generasi dalam satu pulau juga bisa berbeda. Adanya rumah adat tersebut yang sampai saat ini masih ada dan juga dilestarikan menjadi wujud keragaman budaya negara Indonesia.

Setiap rumah adat itu akan mencerminkan kebudayaan yang terbentuk dari dalam masyarakat yakni cara hidup, religi, dan juga ekonominya. Untuk Indonesia sendiri beragama pula jenis rumah adatnya. Misalnya Jogja dengan rumah joglonya, Sumatera dengan rumah gadangnya, Bali dengan gapura candinya, Kalimantan rumah adat yang panjang, dan lainnya.

Alat Musik dan Lagu Tradisional

Lagu tradisional adalah lagu yang berasal dari suatu daerah tertentu. Umumnya lagu tersebut juga diiringi dengan menggunakan alat musik dari daerah tersebut. Perlu anda ketahui bahwasannya lagu daerah itu mirip dengan lagu kebangsaan. Hanya saja, menggunakan bahasa daerah masing-masing.

Biasanya juga, lagu yang tercipta tersebut menggambarkan suatu kejadian atau menceritakan kehidupan masyarakat setempat. Misalnya adalah Rasa Sayange lagu dari Maliki, Bapak Pocung, dan juga Gundul-gundul Pacul Jawa Tengah, Bungong Jeumpa dari Kota Serambi Mekkah, dan Angin Mamiri Sulawesi Selatan.

Indonesia juga kaya akan alat musik tradisional. Hal ini juga menjadi bukti kekayaan Indonesia. Contohnya adalah kolintang, gamelan, bedug, angklung, saluang, tamborin, kifa, dan lain sebagainya.

Pakaian dan Tari Tradisional

Wujud dari keragaman budaya Indonesia yang selanjutnya adalah pakaian adat dan juga tarian tradisional. Fungsi dari pakaian adat adalah untuk mengekspresikan identitas. Namun, pada kenyataannya juga pakaian adat ada yang digunakan untuk upacara dan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan tarian, tentunya setiap daerah mempunyai tarian masing-masing. Ada yang bertujuan untuk menyambut tamu agung, menyambut panen, upacara kematian, keagamaan, dan juga lain sebagainya. Ada Saman dari Aceh, Pendet dan Kecak dari Bali, Piring Sumbar, Jaipong Jabar, dan lain-lain.

Mari bersama kita rawat semua wujud keragaman budaya Indonesia kita, biarkan tetap lestari sampai anak cucu-cucu kita nanti.

Tags: