Lika-liku Liga Indonesia di kala pandemi

Kompetisi sepakbola Indonesia yang biasa disebut Liga 1 sejatinya akan kembali bergulir pada 1 Oktober 2020. Seperti diketahui, pada bulan Mei kompetisi Liga 1 mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19.

Berbulan-bulan nasib kompetisi tidak jelas. Klub meliburkan pemain dan seluruh kegiatan selama kompetisi ditunda. Namun, titik terang dimulainya kompetisi muncul pada awal bulan Juli.

LIB selaku operator liga menyampaikan rencana kompetisi akan bergulir kembali pada bulan Oktober. Beragam tanggapan dari pihak klub atas keputusan ini, ada pihak klub yang mendukung dan ada yang tidak mendukung kelanjutan kompetisi.

Pertemuan terus dilakukan oleh operator dengan pihak klub untuk meyakinkan kompetisi kembali bergulir. Namun tetap saja ada klub yang bersikeras untuk tidak melanjutkan liga.

Perdebatan yang panjang dilalui, akhirnya pada bulan Agustus semua klub setuju untuk melanjutkan liga. Meskipun dengan ancaman yang tak main-main, klub yang tidak mengikuti kompetisi akan di degradasi.

Langkah tersebut membuat klub mau tak mau harus mengikuti lanjutan kompetisi, demi terhindar dari ancaman degradasi. Sebuah alasan yang wajar bagi klub untuk melanjutkan kompetisi.

Setelah semua klub setuju, mereka melakukan persiapan sejak awal Agusutus untuk menyambut kembalinya kompetisi. Tetapi, ada masalah lain yang harus dihadapi selama masa persiapan.

Masalah pemain asing yang meninggalkan klub sampai sulitnya pemain asing masuk ke Indonesia. Terdapat beberapa pemain asing yang meninggalkan klub dikarenakan negosiasi gaji yang tak kunjung mencapai kesepakatan.

Sementara, di sisi lain ada beberapa pemain asing yang sulit untuk kembali ke Indonesia dikarenakan urusan administrasi yang panjang akibat pandemi. Tak jarang pengurusan administrasi pemain asing membutuhkan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Bisa kita lihat beberapa pemain asing terlambat gabung latihan dengan klub mereka. Meskipun akhirnya masalah tersebut mampu diatasi setelah proses yang panjang.

Masalah tak berhenti sampai disitu, ketakutan terbesar tentang bergulirnya kembali Liga Indonesia terjadi beberapa hari sebelum kick off. Polisi tidak memberikan izin terkait penyelanggaraan kompetisi Liga Indonesia karena beresiko melibatkan kerumunan.

Dengan keputusan tersebut mengakibatkan kompetisi kembali ditunda dan tidak ada kejelasan kedepannya apakah bisa terlaksana atau dibatalkan.

Lika-liku yang panjang telah dilalui kompetisi kita. Kita hanya bisa berharap kompetisi dapat dilanjutkan dengan aman dan sesuai protokol kesehatan.

You May Also Like

About the Author: Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.