Apakah Manajemen Klub Selalu Salah Jika MU Terpuruk??

Fitri Tamara 0

Hallo Football lovers, kali ini kita akan membahas klub asal inggris yang paling terkenal dan berprestasi. Namun sekarang ini klub hebat asal inggris ini sedang dalam fase terburuk.

Mengapa terburuk? karena Man Utd belum bisa mendapatkan pelatih yang seperti sir alex ferguson sehingga sekarang klub ini sangat berantakan. Dari mulai David Moyes hingga The Special One pun tak sanggup membawa MU berjaya seperti dulu lagi.

Sebenarnya apa sih yang menjadi masalah sehingga klub hebat ini harus hancur dan tidak sebagus dulu lagi?

 

Oke langsung saja kita mulai dari tahun dimana ketika Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun.

Tahun 2013, Merupakan awal dari kehancuran Man Utd apalagi ketika dilatih David Moyes. sebenarnya dari komposisi pemain ya tidak jauh berbeda ketika masih dilatih Sir Alex Ferguson. Tetapi sayangnya pelatihnya kurang hebat dan terbukti sekarang karir kepelatihannya pun tidak jelas.

Ini juga merupakan kesalahan Sir Alex Ferguson, kenapa memilih David Moyes yang tidak hebat untuk melatih Man Utd yang besar itu. Apalagi Man Utd baru saja memenangi English Premier League. Andai saja Man utd dilatih Jose Mourinho atau Pep Guardiola mungkin saja MU sampai saat ini tetap hebat.

Tapi tidak apa-apa namanya juga manusia pasti tidak luput dari yang namanya kesalahan.

Nah kali ini kita akan membahas Man Utd di era sekarang ini di masa kepelatihan Ole Gunnar Solsjaer yang merupakan Legend MU yang menjadi pahlawan di Final UCL tahun 1999.

Banyak fans abal-abal yang selalu menghujat manajemen MU yang katanya buruk,busuk dan pokoknya salah aja deh. Bahkan rumah Ed Woodward seorang yang memiliki kendali penuh dalam urusan jual beli pemain ini, Harus di rusak rumahnya oleh fans MU di Inggris beberapa bulan lalu.

 

Inilah yang merupakan kebodohan fans Mu disana karena tidak mengapresiasi kinerja kerja Ed woodward yang mana sudah membeli banyak pemain Top dengan harga mahal seperti Paul Pogba,Harry Maguire,Aaron Wan Bisaka,Bruno Fernandes dan Angel dimaria pun didatangkan ke Man Utd walau akhirnya gagal bersinar begitu juga dengan Alexis Sanchez dan Romelu Lukaku yang harganya juga tidak murah.

Ini membuktikan kalau dia masih ada kemauan untuk mengembangkan Man utd memang tidak seperti David Gill (eks Direktur Tehnik Man Utd) tetapi tetao saja masih lumayan dari pada manajemen klub merah asal london yang kabarnya hanya memberi 30 juta euro ke pelatih untuk membeli sebuah pemain.

Walau buruk musim ini gitu-gitu Man Utd masih mendatangkan pemain top asal Belanda yang bernama Donny van de beek.

Memang sih gagal mendapat Jadon Sancho atau Sergio Reguilon tetapi sudahkah mereka tau kalau kegagalan transfer tersebut bukan karena pihak MU yang bermasalah. Sudahkah mereka tau dengan hal tersebut? Mungkin saja tau tapi pura-pura tidak tau.

Perlu diketahui Jadon sancho harganya itu sangat mahal bayangkan bocah berusia 21 tahun harganya 120 juta euro yang kualitasnya belum terbukti hebat dan Sergio Reguilon yang memiliki harga murah namun pihak Real Madrid mau ada buyback clause.

Yang mana jika Sergio Reguilon ini sudah hebat di beberapa tahun kedepan sehingga Real Madrid dapat membeli kembali dan Man Utd tidak bisa menolak, ya jadi seperti MU yang mengembangkan Reguilon nanti jika sudah hebat Regilon tinggal pulang ke tempat asalnya.

Tentu saja dengan hal tersebut Man Utd ogah mendatangkan pemain-pemain tersebut yang pertama karena Pandemi dan kedua karena ada persyaratan aneh yang dapat merugikan Man Utd.

Jadi intinya tidak sepenuhnya salah manajemen Man Utd dalam membina Klub ini. Justru kehancuran MU di tahun ini adalah karena pelatihnya yang bernama Ole gunnar solsjaer.

Kenapa kok Ole Gunnar Solsjaer? Ya jawabannya karena ole itu sangat miskin taktik dan kurang tegas dalam membina klub dan juga ole sangat aneh orangnya. Banyak sekali kebodohan pelatih asal norwegia ini dalam membina Man Utd.

Mulai dari cuman duduk-duduk saja di bench dan senyum-senyum sendiri bukannya kedepan memberi arahan ke pemain-pemain dan juga seperti memasukan pemain pengganti di menit 85 keatas padahal kondisi sedang tertinggal beberapa gol.

Bayangkan bagaimana bisa membawa sebuah perubahan jika pemain pengganti bermain di menit 85 keatas? ini juga merupakan bukti jika dia itu miskin taktik dan tidak punya plan B.

Jauh berbeda dengan Jose Mourinho di Man Utd dulu, yang mana jika buntu dia akan mengunakan plan B dengan memasukan Maruane Fellaini sebagai pemecah kebuntuan dengan bermain bola-bola atas untuk mengalahkan tim lain.

Terbukti hasilnya, contohnya saja seperti ketika Man Utd melawan Juventus di Champions League. Yang pertama MU ketinggalan dan akhirnya MU berhasil Comeback dan keluar sebagai pemenang.

Ole juga sangat bodoh karena kemarin memasukan pemain-pemain yang tidak jelas di match pertama EPL, Contohnya saja seperti memasukan Fosu Mensah dan Daniel James. Apalagi semua tau mereka ini sangat buruk dalam bermain bola seperti yang satu hanya bisa berlari-lari dan yang satunya tidak bisa mendribbling bola dengan benar.

Kenapa sih tidak coba memainkan odion ighalo dan mencoba bereksperimen? jawabannya simple karena ole gunnar solsjaer miskin taktik.

Jika hanya memiliki seorang pelatih yang miskin taktik sekalipun Man Utd mendatangkan Lionel Messi tetap saja Man Utd hanya akan menjadi seperti sekarang ini yang hancur, Maka dari itu sebenarnya tidak sepenuhnya salah manajemen klub.

Ya memang pelatihnya saja yang tidak benar membina suatu klub sehingga klub inggris ini menjadi hancur.

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.