2 Tim Besar Inggris Dipermalukan Oleh Team Kecil, Kok Bisa?

Fitri Tamara 0

Benar-Benar memalukan sekali kedua tim besar asal inggris yang di permalukan oleh tim-tim menengah kebawah seperti Tottenham Hotspurs dan Aston villa semalam. Mungkin akan banyak yang tidak setuju kalau Tottenham dikatakan sebagai tim menengah tetapi itu adalah fakta, Karena faktanya team tersebut tidak pernah juara dan sangat miskin trophy, Jadi ketika dikatakan tim kelas menengah kebawah, Hmm rasanya itu hal yang wajar.

Oke balik lagi ke topik semula yang mana Kedua tim raksasa asal Inggris ini di permalukan semalam dengan skor telak. Man Utd kalah oleh Tottenham Hotspur dengan skor akhir 1-6 dan Liverpool yang di kalahkan oleh Aston Villa dengan skor akhir 7-2.

Ini sungguh sangat memalukan melihat team-team besar dengan pemain bintang harus seperti ini, Namun Pertanyaannya kok bisa sih mereka yang hebat-hebat itu harus sebodoh ini mainnya Layaknya pemain amatiran. Menurut saya pribadi mereka tidak perform dengan baik karena ada pandemi Covid-19.

Lah apa hubungannya dengan pandemi? Tentu saja ada hubungannya!

Kita lihat saja dari Pihak klub merah asal Manchester ini, Sebelumnya pemain mereka seperti Paul Pogba yang merupakan otak dari permainan Man Utd yang terkena Virus Covid 19 sehingga harus dikarantina 14 hari lamanya. Nah lihat saja setelah kembali dari karantina, bagaimana dia bermain. Tampak sekali ada ketakutan didalamnya untuk bergerak dan memberikan usaha yang terbaik supaya teamnya dapat memenangkan pertandingan. Jadi ini seperti orang yang menahan sesuatu begitu, sehingga menjadi tidak perform dengan maksimal.

Begitu juga di Liverpool, 2 pemain andalannya yang baru saja terkena covid-19 seperti Sadio Mane dan Thiago Alcantara, Tentu saja seluruh pemain menjadi takut bisa terkena virus juga nantinya seperti temannya yang terkena virus ini kemarin dan bahkan bisa saja meninggal akibat Virus Covid -19 ini. Sehingga ya itu mereka bermainnya menjadi tidak maksimal karena ada ketakutan didalamnya.

Nah dalam sepak bola sangat tidak boleh ada keraguan untuk bergerak dan menjadi totalitas karena sebuah team ini bisa tidak perform dengan baik nantinya, karena ini sepak bola dan semua mengacu kepada kerja sama team. Jadi jika salah satu atau beberapa pemain bermain dengan tidak maksimal maka akan berdampak buruk untuk Team tersebut.

Salah satu hal lain yang membuat pemain menjadi tidak totalitas adalah karena tidak adanya penonton di dalam stadium, Yang mana pada akhirnya membuat mereka merasa seperti mereka main tidak dalam ajang yang serius melainkan jadi terasa seperti bermain di sekolah atau bermain futsal dengan teman kantor saja. Makanya dengan ketidak totalitasan ini sehingga ya hancur deh team besar tersebut dan pada akhirnya di permalukan.

Kalau begitu kok bisa ya team kecil menang Bukannya kalau takut virus dan ga ada penonton harusnya mereka kalah juga dong? Tapi kan buktinya mereka masih bisa menang, Bagaimana ini?

Okay begini jadi untuk team kecil ini menjadi sebuah kesempatan untuk mereka memenangkan sebuah kompetisi, Jadi mereka totalitas ya bagaimana ga totalitas sedangkan kesempatan untuk menang itu besar sekali dan karena mereka juga tau bahwa team-team besar ini rata-rata pemainya pada terkena virus covid 19 sehingga seluruh pemain yang bermain di team besar menjadi takut dan Faktanya hampir 90% hanya pemain top saja yang bermain di klub besar yang terkena virus corona.

Ya mungkin hal ini hanya dugaan semata namun berdasarkan penelitian yang saya lihat hampir rata-rata team-team besar eropa menelan kalah terus menerus akhir-akhir ini. Lihat saja seperti Bayern Munchen sang juara Uefa Champions League kemarin, yang baru saja di permalukan oleh tim kelas bawah dan lihat juga Manchester City yang kemarin habis dipermalukan juga.

Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan kok bisa mereka menjadi sangat Noob sekali padahal mereka adalah sebuah klub besar yang di isi oleh pemain Top kelas atas.

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.