Tips Memulai Bisnis Konveksi Rumahan yang Menguntungkan

Fitri Tamara 0

Tips Memulai Bisnis Konveksi Rumahan yang Menguntungkan – Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia. Pakaian dari hari-ke-hari mengalami perubahan tren dan juga fungsi. Hal ini menjadikan bisnis pakaian/konveksi masih menjadi bisnis yang tidak akan pernah mati.

Meski bukan peluang yang besar, bisnis pakaian/konveksi nyatanya masih menjadi peluang usaha yang masih banyak dirintis oleh pengusaha pemula. Jika Anda ingin merintis bisnis konveksi dengan modal yang sedikit terbatas, maka Anda bisa memperhatikan beberapa tips berikut untuk memulai bisnis konveksi rumahan.

Persiapkan Modal

Setiap bisnis pasti membutuhkan modal, begitu juga bisnis konveksi. Sebenarnya modal bisnis konveksi tergantung dengan persiapan dan strategi Anda. Jika Anda ingin produksi langsung (ready stock) tentu Anda akan membutuhkan modal yang besar. Namun jika Anda ingin menerapkan pra-pemesanan (pre-order) modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Modal dalam membuat bisnis  konveksi biasanya digunakan untuk produksi dan juga promosi.

Tetapkan Supplier

Hal yang perlu diperhatikan dalam memulai bisnis konveksi adalah supplier. Supplier terdiri dari bahan konveksi, penjahit, percetakan, kemasan, dan juga label pakaian. Hal ini sebenarnya disesuaikan dengan budget dan strategi penjualan yang Anda ambil. Berikut beberapa tips dalam memilih supplier. Carilah supplier yang dekat dengan lokasi bisnis Anda, untuk mengurangi beban produksi.

Supplier yang terlokalisasi dengan bisnis lain atau memiliki jasa dan produk dengan pasokan pendukung. Misalnya saja, supplier yang bisa menjahit sekaligus menyediakan bahan dan juga sablon. Bekerjasama dengan supplier yang memiliki reputasi yang baik. Jika Anda ingin memulai semuanya dari mulai menyediakan bahan hingga penjahitan, tentu Anda tetap membutuhkan pemasok seperti supplier alat jahit dan alat cetak.

Tentukan Jenis Produk

Persiapan awal dalam bisnis konveksi adalah menentukan jenis produk yang Anda buat. Anda akan memproduksi pakaian untuk pria atau wanita, anak-anak atau orang dewasa, jenis kemeja atau kaos. Anda juga harus memerhatikan keperluan dari produk Anda. Apakah untuk keperluan formal, casual, perayaan, atau seragam. Menentukan jenis produk juga akan menentukan posisi produk Anda di persaingan bisnis konveksi. Jenis produk juga dapat menentukan branding dan juga strategi pemasaran yang akan Anda lakukan.

Bangun Kepercayaan dan Branding Produk

Seperti bisnis lain, membuka bisnis konveksi juga memerlukan kepercayaan audiens. Kepercayaan dibangun agar reputasi bisnis dapat dikenal baik oleh audiens. Kepercayaan dapat dibangun dengan, membuat konten melalui media promosi seperti blog dan instagram. Bekerjasama dengan perusahaan lain atau media, serta memberikan pengetahuan produk dan juga bukti produk kepada audiens.

Selain membangun kepercayaan, branding juga harus dibangun. Branding dibangun dengan membuat logo, memaparkan visi usaha, dan juga desain konten yang sesuai dengan jenis produk yang akan dijual. Membangun branding berguna untuk meningkatkan kesadaran konsumen dengan produk Anda.

Siapkan Marketing Tools dan Strategy

Strategi pemasaran yang baik akan berpengaruh dengan bisnis konveksi Anda. Anda dapat memilih penjualan Business-to-business (B2B) dengan kata lain menjual produk Anda kepada institusi atau perusahaan atau penjualan Business-to-consumer  (B2C) yaitu penjualan kepada masyarakat umum. Dalam bisnis konveksi, B2B bisa berupa menjual seragam dan pakaian perayaan. Sedangkan, B2C Anda dapat menjual pakaian formal atau Casual.

Strategi pemasaran juga mencakup tools yang akan digunakan. Misalnya, Anda dapat menggunakan software e-commerce atau blog. Anda juga dapat menggunakan sosial media seperti instagram dan facebook dengan menggunggah konten dan foto produk Anda. Jika bisnis Anda sudah berkembang, Anda dapat mengandalkan Google Ads dan juga Google Analytics untuk memaksimalkan strategi pemasaran Anda.

Baca juga tentang : Bisnis Franchise Waralaba yang Masih Bertahan di Era Pandemi

Amati Tren Pasar

Kesalahan yang sering dilakukan seorang pebisnis konveksi adalah tidak bisa membaca tren pasar. membaca tren pasar terutama jika Anda berbisnis konveksi adalah hal wajib yang perlu dilakukan. karena pakaian dari tahun-ke-tahun pasti mengalami perubahan tren. Misalnya saja tren pada kaos, di tahun 2015-an banyak tren kaos bertuliskan arab, sedangkan di akhir 2017-an kaos bertuliskan jepang menjadi tren.

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com