Setelah Zoom, Google Meet Juga Membatasi Kenyamanan Versi Basic

Fitri Tamara 0

Oktober akan jadi bulan yang lebih selektif dan cermat bagi konsumen “penikmat kemudahan” selama pandemi. Setelah E-commerce semacam Shopee dikenakan pajak (dan akan dibebankan ke konsumen), Menggunakan masker dihimbau berlabel SNI, kini aplikasi meeting online juga meminta fulus lebih untuk kenyamanan yang sebelumnya selalu gratis.

Saat kondisi normal, Meeting via Conference Call seperti ini adem ayem saja. Tapi setelah adanya pandemi Covid-19 yang mewajibkan manusia saling menjaga jarak, jalan tengah pun dilakukan untuk pembicaraan bisnis / belajar mengajar. Zoom, Google Meet, atau Microsoft Team jadi laku keras.

Kini setelah berbulan-bulan lamanya dunia menjadi normal baru dan kiranya jutaan manusia sudah mengalami ketergantungan terhadap fasilitas mereka, tagihan ekstra pun muncul. Tidak, ini bukan serangan sinis. Semua orang akan berperilaku seperti itu dan ini murni bisnis.

“Kami tidak memiliki [informasi] apa pun untuk dikomunikasikan terkait perubahan promosi dan fitur lanjutan yang akan berakhir [pada 30 September 2020]. Jika ada perubahan, kami pasti akan memberi tahu Anda,” kata juru bicara Google April kemarin.

Itu artinya, Oktober mendatang pengguna Google Meet versi gratis hanya dapat melakukan video-conference selama sejam. Lebih lama dibandingan Zoom yang sebelumnya sudah “menyunat” kenyamanan versi basic mereka menjadi hanya 40 menit.

Lebih dari itu? sambungan akan terputus seketika.

Dengan kata lain, pengguna Google Meet harus meng-upgrade aplikasi mereka dari Free menjadi paling tidak menjadi G-Suite Essentials, dengan biaya 8 US Dollar sebulan (menurut situs resmi Google Meet) dengan fasilitas penyimpanan Google Drive 100GB per pengguna.

Namun sebagai gantinya, perusahaan mengumumkan kehadiran fitur baru di Google Meet. Kini, layanan video conference dapat diakses melalui layar TV.

Hal itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan dukungan dari Chromecast. Dengan dukungan ini, konferensi Meet dapat dilakukan dengan memanfaatkan Chromecast yang tersambung di TV, Smart Display, termasuk Smart TV dengan platform Android.

Oke ini masa new normal, dimana ada harga yang terus turun (cth ; harga tes rapid ataupun swab) dan ada harga yang bertambah karena alasan yang berbeda-beda.

Tapi ketika vendor-vendor besar mulai memainkan harga, akan ada “vendor-vendor baru” yang lahir dengan harga kembali gratis atau kemudahan yang membuat kompetisi kembali ketat. Apakah akan terjadi siklus seperti itu?

 

 

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.