UU Cipta Kerja Yang Sangat Merugikan Para Buruh

Fitri Tamara 0

DPR secara tiba-tiba di tengah malam mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) pada rapat paripurna, Senin 5 Oktober 2020. Ada beberapa partai yang tidak setuju ini untuk disahkan seperti Partai Demokrat dan PKS namun tidak pakai lama langsung saja microfon oleh seorang yang menentang UU tersebut untuk di sahkan hingga pada akhirnya terjadi lah walkout dari beberapa pihak yang tidak setuju dengan UU ini.

Mengapa UU cipta kerja merugikan para buruh

Nah membahas kerugian dari UU Cipta kerja sebenarnya apa saja sih yang menjadi keresahan di kalangan buruh terhadap UU Cipta Kerja ini hingga terjadi demo besar-besaran yang berakhir anarkis hingga merusak beberapa fasilitas kota.

Berikut Poin-poin dari undang-undang tersebut yang sangat meresahkan para buruh :

 

1. Penghapusan Upah Minimun Kota/Kabupaten (UMK)

UU Cipta Kerja juga menghapus upah minimum kota/kabupaten (UMK) bersyarat dan upah minimum sektoral kota/kabupaten (UMSK). Untuk hal ini tentu sangat merugikan para buruh. Jadi misalnya mereka biasanya mendapatkan uang beberapa juta dan gara-gara ada penghapusan upah tersebut sehingga gaji yang biasa di dapat menjadi berkurang dari sedangkan kebutuhan semakin kedepan semakin membesar.

2. Pemangkasan Nilai Pesangon

Pemangkasan pesangon dari yang biasanya 32 bulan kini upah menjadi 25 bulan dimana pesangon selama 19 bulan dibayar pengusaha dan enam bulan dibayar BPJS Ketenagakerjaan. Untuk hal ini tentu sangat merugikan untuk para buruh karena mereka seharusnya mendapat gaji/pesangon yang lebih besar bukan malah di pangkas.

karena berkat mereka bangunan-bangunan besar seperti gedung DPR yang berdiri kokoh hingga saat ini. Karena mereka para buruh yang menghabiskan waktu dan tenaganya sehingga para pemilik perusahaan bisa mendapat uang yang banyak banget bayangkan jika buruh tidak ada apakah bisa seorang pengusaha sukses mengantongi uang yang banyak.

3. Tak Ada Batas Waktu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Dengan adanya PKWT yang menyatakan tidak ada batas waktu kontrak, berarti kontrak tersebut dapat berlaku sampai seumur hidup. Yang ditakutkan dari hal ini adalah akan banyak pengusaha yang nantinya bisa seenaknya memecat dan mempertahankan karyawan kesayangan dari pemilik perusahaan tersebut.

Ya mungkin akan menjadi mirip-mirip seperti nepotisme dimana semua itu ditunjuk bukan berdasarkan keahlian dari suatu pihak terhadap bidang tertentu melainkan menjadi jabatan dan lapangan pekerjaan hanya kepada hubungan yang terjalin antara kedua belah pihak saja.

4. Jam Kerja Tanpa Batas, 6 Hari kerja, Satu hari Libur Dan Hanya Di Tanggal Merah Saja.

Dengan adanya jam kerja yang tanpa batas ini jelas sekali buruh sangat menolak. Masih mending jika bekerja tanpa batas tetapi uang akan mengalir ke dompet para buruh tanpa batas tetapi untuk ini kerja tanpa batas namun gaji malah dipangkas dan tentu ini sangat lah merugikan fisik dan waktu para pekerja atau buruh.

Ya jadi seperti kerja paksa Romusha yang ada di masa penjajahan Jepang puluhan tahun yang lalu. Sungguh miris bukan jaman dahulu berjuang mati-matian untuk merdeka dan tidak disiksa dengan Romusha eh malahan sekarang balik lagi seperti kerja paksa di masa penjajahan di jaman dahulu dan buruh dijajah oleh bangsa sendiri.

5. Penghilangan Hak Cuti dan Hak Upah Atas Cuti

Ini tentu sangat gila sekali, dengan menghilangkan hak buruh untuk cuti tentu sangat merugikan. Sekarang bayangkan saja kalau kita mau cuti beberapa hari untuk menghilang penat dan beristirahat sejenak kemudian tidak diperbolehkan oleh atasan dan kalau masih bersikeras juga ingin cuti bisa di PHK nantinya atau tidak ada sedikit pun uang cuti yang diberikan.

Lantas mau diapakan masyarakat ini jika tidak ada cuti dan sedikit bonus-bonus yang bisa didapat, apakah semua ini hanya bertujuan untuk membuat masyarakat semakin menderita tanpa adanya uang cuti dan tanpa adanya waktu kerja yang wajar.

6.Hilangnya Pensiun dan Kesehatan Buruh

UU tersebut juga mengancam hilangnya jaminan pensiun dan kesehatan para pekerja atau buruh, lantaran adanya kontrak yang tidak terbatas waktu alias seumur hidup. Nah ini juga membuat masyarakat indonesia dapat kembali ke era penjajahan Jadi kasarnya adalah anda harus kerja sampai akhir hayat atau jika mau pensiun maka tidak ada uang pensiun dan untuk kesehatan ya anda tanggung sendiri kami tidak peduli.

Apa maksud dari semua ini? apakah ini menjadi sebuah penjajahan baru untuk masyarakat dan Bukannya semua itu “dari rakyat dan untuk rakyat”  tentu saja dengan poin ini para buruh sangat menentang dan Pada akhirnya terjadilah sebuah demo besar-besaran kemarin.

 

 

Banyak juga yang menyebut kalau poin-poin diatas adalah hoax dan tidak benar adanya. Banyak juga yang mengatakan para buruh dan mahasiswa yang berdemo kemarin termakan hoax hingga akhirnya terjadi  kerusuhan di berbagai daerah.

Menurut saya pribadi seharusnya jika memang UU tersebut tidak merugikan masyarakat dan yang disampaikan mengenai poin-poin diatas yang merugikan masyarakat adalah hoax. Maka sudah wajib bagi para anggota DPR untuk menjelaskan seputar UU Cipta Kerja ini secara detail agar tidak banyak lagi masyarakat yang termakan hoax yang mana nantinya dapat memicu kerusuhan yang lebih besar lagi.

 

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.