Trump Marah-Marah Di Twitter Usai Kalah Di Pilpres

Donald Trump Marah-marah Ketika hampir kalah pemilu AS Tak Lagi Dominan Merah. Dia menyebut bahwa banyak kecurangan dalam pilpres ini.

Sebelumnya donald trump sangat yakin dia akan menang melawan joe biden dalam pilpres kali ini dan menganggap remeh segala sesuatu nya, namun apa boleh dikata nasibnya sungguh malang sebab donald trump bisa dikatakan hampir 90% kalah dalam pilpres amerika 2020.

Meskipun belum final namun kita dapat mengatakan kalau Joe Biden lah The next president in United States.

Seperti dilansir CNN, Kamis (5/11/2020), menurut dua sumber yang dikutip CNN, Trump menginstruksikan para stafnya untuk mulai mengajukan gugatan hukum segera setelah Fox News memproyeksikan rivalnya, Joe Biden, memenangi negara bagian Arizona pada Rabu (4/11) malam waktu AS.

Para staf Donald Trump itu, menurut salah satu sumber, menghabiskan waktu sepanjang Rabu (5/11) untuk menyusun sebuah strategi hukum yang setengah matang yang bertujuan untuk memberikan lebih banyak waktu saat suara masih dihitung di negara bagian krusial seperti Arizona.

Posisi sementara menunjukkan Biden unggul dengan 264 electoral votes atas Trump yang baru meraup 214 electoral votes. Dibutuhkan 270 electoral votes — dari total 538 electoral votes — untuk bisa memenangkan pilpres AS. Biden hanya butuh 6 electoral votes untuk bisa dinyatakan sebagai pemenang pilpres AS.

Donald Trump mengungkapkan kemarahannya kepada media sosial Twitter.Yang mana sudah banyak disensor karena terdapat banyak hujatan-hujatan karena dia kecewa banget atas kekalahannya.

STOP THE COUNT!” ujar Donald Trump yang berarti berhentikan perhitungan jika tidak benar seperti ini.

Belum lagi ia mengatakan namun sayangnya sudah di sensor oleh pihak twiter. dia mengatakan kalau dia mudah menang cuman ya saya di curangi.

“Saya sebenarnya mudah menang namun sayang perhitungan yang sebenernya tidak sah itu yang membuat saya seperti ini. Itu illegal vote, mahkamah agung harus memutuskan sekarang juga” ujarnya

“Twitter mulai kelewat batas, yang dimungkinkan lewat hadiah dari pemerintah dari Pasal 230!” tambahnya

Di tengah penghitungan suara yang masih berlangsung, seruan muncul dari calon petahana sekaligus Partai Republik Donald Trump. Ia menuntut agar penghitungan suara dihentikan karena ada dugaan kecurangan. Sedangkan Partai Republik bersiap menggugat secara hukum atas tuduhan penyimpangan tabulasi surat suara.

Kasus ini mengingatkan kita kepada kasus dalam Pilpres Indonesia 2019 lalu. Ketika Prabowo mengklaim bahwa ada kecurangan dalam penghitungan di pilpres ini. Entah itu kebetulan atau tidak, yang jelas ini memiliki persamaan.

 

You May Also Like

About the Author: Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *