Pilpres Amerika 2020, Joe Biden Unggul Atas Donald Trump

Fitri Tamara 0

Pemilihan umum presiden Amerika Serikat digelar pada tanggal 3 November tahun 2020. Dengan Partai Demokrat mengusung Joe Biden-Kamala Harris dan Partai Republik yang mengusung Donald Trump-Mike Pence.

Donald Trump menang di daerah Kentucky dengan total 8 electoral votes. Sementara Joe Biden memimpin di Vermont dan mendapat 3 lectoral votes. Di West Virginia dengan 5 lectoral votes memilih Donald Trump sebagai presiden AS. Donald Trump juga berhasil menang di South Carolina dengan jumlah 9 electoral votes. Sedangkan Joe Biden berhasil memenangkan 13 electoral votes di Virnia.

Untuk saat ini Joe biden lah yang unggul atas Donald Trump, tetapi ini belum lah final karena masih ada beberapa putaran lagi untuk menentukan siapa pemenang dalam Pilpres amerika tahun 2020 ini.
Tidak seperti pemilu di Indonesia, yang mana Presiden dan Wakil Presiden AS dipilih langsung oleh rakyat. Di Amerika Serikat mereka dipilih oleh apa yang disebut elector yang menjadi penerima mandat partai, sedangkan proses pemilihan elector disebut dengan Electoral College. Metode ini adalah hasil kompromi konstitusional yang menggabungkan pemilihan presiden dengan suara pemilih paling banyak dengan pemilihan presiden melalui Kongres (DPR dan Senat).
Jumlah elector pada setiap negara bagian ditentukan oleh berapa banyak anggota Kongres (DPR dan Senat) dari sebuah negara bagian, plus daerah khusus ibu kota Washington D.C yang memiliki tiga elector. Total elector sendiri ada 538 orang. Namun elector sama sekali bukan anggota Kongres atau pejabat pemerintah/partai.

Setiap partai politik tingkat negara bagian (DPD) memilih elector-nya sendiri untuk mewakili negara bagiannya. Setelah pemilih memberikan suara pada pemungutan suara Pemilu 3 November 2020, suara pemilih ini dihitung dalam basis negara bagian (bukan nasional seperti yang terjadi di Indonesia). Kandidat presiden Biden atau Trump dinyatakan menang apabila di negara bagian dia merebut mayoritas jatah suara elektoral di negara bagian itu (winner takes all).

Donald Trump mengklaim akan menang pilpres, walau persaingan ketat masih berlangsung di beberapa negara bagian yang menjadi kunci kemenangan dalam pilpres amerika ini. Donald Trump diproyeksikan menang di Florida dan Texas, namun rivalitas masih berlangsung di negara bagian kunci lainnya, seperti Georgia, Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, Arizona, dan North Carolina.

“Sejujurnya saya telah memenangi pemilihan ini,” katanya di Gedung Putih. “Jelas kami sudah menang di Georgia dan North Carolina dan saya pasti akan memimpin kembali negara ini dan asal tau saja kita sudah menang di Pennsylvania dengan jumlah luar biasa,” tambahnya.

Joe Biden, dalam pidato di hadapan para pendukungnya di Delaware, mengatakan

” kau tahu ini akan berjalan panjang. Tapi siapa tahu kita bisa bertarung mungkin sampai besok pagi, mungkin lebih lama!” Kata Biden.

“Ini belum selesai sampai semua suara dan semua kertas dihitung, jadi jangan mengklaim kemenangan dulu” tambahnya

Donald Trump yang sempat heboh beberapa pekan lalu kala berdebat dengan Joe biden, yang selalu memotong pembicaraan Joe biden. Dia mengatakan China akan menguasai amerika jika joe biden memimpin hingga membuat Joe biden kesal dan membalas dengan mengatakan “will you shut up”. Nampaknya kini semua itu sudah mencapai titik klimaksnya.

Siapa kah yang akan menjadi pemenang di pilpres ini dan menjadi pemimpin di negeri paman sam ini.

Apakah Donald Trump yang nasionalis atau Joe Biden yang Globalis? mari kita lihat saja nanti siapa pemenangnya.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.