Pesilat Chintya Chandranaya Membuat Masalah Tambah Rumit

Belakangan ini dunia Bela Diri tanah air sedang di hebohkan oleh Pesilat Harimau Utara yang Mendiskreditkan/Merendahkan pihak MMA/Beladiri Bersatu dan juga tidak menghormati kedatangan pihak MMA yang berkunjung ke Lampung yang merupakan tempat Silat Harimau Utara.

Ketika datang kesana tidak ada satupun pihak Chintya Chandranaya yang menemui kunjungan pihak MMA atau Beladiri Bersatu kecuali Peterpan JR yang merupakan saudara dari Agus Sanjaya yang masih memiliki nyali untuk menemui pihak MMA/Beladiri Bersatu.

Mereka pihak Harimau Utara malah menyuruh Kuasa Hukumnya untuk menemui Pihak MMA/Beladiri Bersatu ketika di lampung sebenarnya jika bisa menghargai sesama harusnya yang bersangkutan langsung yang menemui bukannya Kuasa Hukum atau Saudara Agus Sanjaya yang menemui. Seperti kita saja jika ada yang bertamu mau menemui kita terus yang menemui malahan adik kita apakah itu sopan? Tentu Tidak.

Pihak Chintya Chandranaya sekarang sedang sangat terpojok terlebih Master Deddy Corbuzier telah membahas hal ini di Podcastnya dengan Fighter One Pride seperti Theodorus Ginting,Suwardi dan wasit One Pride Mustadi Anetta.

 

Sebenernya masalah ini gampang sekali untuk diselesaikan cukup pembuktian sesuai yang diminta oleh pihak MMA/Beladiri Bersatu.

Kalau Tetap tidak mau membuktikan minimal minta maaf saja ke yang bersangkutan seperti ke Fighter ONE FC Rudy Agustian yang mana namanya disebut ketika Chintya Chandranaya mendiskreditkan/Merendahkan MMA melalui video di Channel Youtubenya.

Bisa juga dengan menghubungi langsung ke wasit One Pride Mustadi Anetta atau ke Fighter One Pride Theodorus Ginting bukan dengan memberikan klarifikasi yang tidak jelas di Instagram dan malahan orang yang sedang berurusan dengan Pihak Harimau Utara malah di blokir Akun Media Sosialnya oleh Chintya Chandranaya.

 

Chintya Chandranaya ini justru memperpanjang masalah bukannya menyelesaikan ini malah memperpanjang yang tetap bersikeras mengklaim kalau kesaktiannya itu asli. Bersikeras mengklaim itu asli tapi tidak mau membuktikan secara langsung di depan yang bersangkutan menurut saya itu adalah omong kosong.

Dengan pembuktian Live via Instagram atau Youtube yang dilakukannya tetap saja itu omong kosong karena tetap saja tidak berani menemui pihak yang bersangkutan.

Dia juga menambah masalah dengan menemui Rival dari Theodorus Ginting di One Pride. Seperti mencari bantuan mentang-mentang Rudy Ahong Gunawan ini ada sedikit masalah dengan Theodorus Ginting yang sekarang sedang berada di pihak Beladiri Bersatu.

Seharusnya kalau sudah di Jakarta ya ketemu langsung dengan yang bersangkutan bukan malahan ke orang yang tidak tau permasalahannya seperti Rudy Ahong Gunawan. Contoh saja saya ada masalah sama si A pertanyaannya apakah saya harus ke si B ketika ada masalah dengan si A? Tentu tidak dong orang sama si A masalahnya kok datangnya ke si B dan apakah ini cerminan seorang pendekar? Menurut saya tidak karena dengan lari dari masalah,memblokir akun media sosial pihak MMA/Beladiri Bersatu kemudian tidak mau membuktikan secara langsung di hadapan pihak terkait dan apalagi ketika pihak MMA/ Beladiri Bersatu ke Lampung yang tidak ditemui oleh Chintya Chandranaya.

Hal-Hal tersebut sudah mencerminkan sebagai seorang pengecut dan sangat tidak layak disebut pendekar bahkan tidak pantas mengunakan nama Silat Harimau Utara mungkin lebih cocok kalau disebut Pecundang Kucing Utara asal Lampung.

Kabarnya pihak Beladiri Bersatu ingin membawa ini keranah hukum dengan tuduhan Chintya sebagai Penipuan atau Pemberi ajaran sesat ke masyarakat Indonesia dengan aksi-aksinya yang mana bisa membuat banyak orang celaka seperti aksinya yang menghindari peluru,menendang tabung gas,menendang pilar,memukul durian dan lainnya. Misalnya hal tersebut terbukti palsu itu tentu dapat membuat nama baik silat indonesia menjadi tercoreng dihadapan orang luar. Karena tentu nantinya orang luar akan menganggap silat itu palsu dan ini tentu berbahaya sekali.

Belum lagi Chintya Chandranaya pernah mengatakan kalau dia pernah membunuh 5 orang dan Master Agus Sanjaya pernah mengatakan juga dia bertarung melawan 200 orang, Hal ini tentu bisa saja di Laporkan ke polisi karena ada pembunuhan didalamnya tetapi jika terbukti si Chintya Chandranaya tidak pernah membunuh orang. Dia tetap bisa terkena kasus pembodohan publik atau menyebarkan berita palsu.

Jadi intinya Jika ingin cepat selesai masalah ini sehingga tidak berlarut-larut lebih baik segera buktikan di depan pihak MMA/Beladiri Bersatu dengan mematahkan durian,handstand satu jari,push up satu jari,menghindari peluru dan yang terakhir Sparring persahabatan. Jika tidak mau juga membuktikan setidaknya hubungi pihak terkait entah itu lewat Video Call atau bertemu langsung dan menyampaikan permohonan maaf kesana atas segalanya.

Dengan seperti ini mungkin semua akan cepat selesai dan damai kembali. Seharusnya sih seperti itu saja sangat Simple sekali bukannya malah lari sana sini seperti seorang Pencuri.

 

 

 

About the Author: Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com