Penistaan Agama Jozeph Paul Sebagai Nabi Ke-26 Jadi Buronan Polri

Romine Sofri 0
Penistaan Agama Jozeph Paul Sebagai Nabi Ke-26 Jadi Buronan Polri

Penistaan agama Jozeph Paul nyatanya gegerkan seluruh warga masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak. Pasalnya, pengakuannya itu bukanlah suatu yang wajar dan normal. Tetapi suatu hal tidak manusiawi yang berkaitan dengan masalah Ketuhanan.

Penistaan Agama Jozeph Paul Sebagai Nabi Ke-26 Jadi Buronan Polri
indotrends.pikiran-rakyat.com

Heboh Penistaan Agama Jozeph Paul Ditelusuri Polri

Mendengar hal tersebut tentunya Polri segera melakukan penelusuran. Bahkan Polri sendiri juga sudah menelusurinya sampai ke Jerman.

Hal tersebut disampaikan oleh Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono “Sampai sekarang ini penelusuran Polri terhadap Jozeph (pihak bersangkutan) sudah sampai dan berada di Jerman.

Sebelumnya juga Bareskrim Polri mendapatkan data dari Direktorat Imigrasi Jozeph keluar Indonesia menuju Hongkong pada tahun 2018 lalu.

Namun sesampainya di Jerman, pelaku penistaan agama Jozeph Paul sudah tidak ada, ia hanya menetap selama 6 bulan saja.

Kerjasama Antara Indonesia dan Jerman

Hal tersebut menjadi Informasi aktual karena memang sudah ada kerjasama antara Kedutaan Besar Indonesia dengan Jerman guna memastikan hal tersebut.

Selain itu, Indonesia (Polri) juga melakukan kerjasama dengan Atase Kepolisian Jerman dengan tujuan untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Video Viral yang Menggegerkan

Bareskrim Polri menerima laporan dari masyarakat tentang adanya video viral yang merupakan sebuah tindakan penodaan agama yang telah dilakukan oleh Jozeph Paul Zhang. Ia menganggap dirinya sebagai nabi yang ke-26.

Laporan tersebut berdasarkan nomor LP/B/0253/VI/2021 oleh Ketua Cyber Indonesia Husin Shahab. Jozeph Paul tersebut telah dinyatakan sebagai kasus tersangka mengenai dugaan penodaan agama serta suatu kebencian.

Pasal yang disangkakan berdasarkan pasal 28 ayat 2 UU ITE, kemudian penodaan agamanya berdasarkan pasal 156 huruf A KUHP.

Selanjutnya Bareskrim segera mengeluarkan DPO yang akan diberikan kepada Interpol, juga yang akan menjadi dasar untuk menerbitkan Red Notice.

Intinya mereka saat ini sedang berupaya keras mencari keberadaan sang pelaku penistaan agama, juga berusaha dengan keras untuk menyelesaikannya, kata Rusdi.

Tanggapan Gus Yaqut

Penistaan agama Jozeph Paul tersebut juga mengundang suara Gus Yaqut. Gus Yaqut sebagai Menteri Agama juga mengarahkan Polri untuk segera menindaklanjuti kasus ini.

Tidak hanya Paul saja, akan tetapi semua yang sudah melakukan penistaan agama juga mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketua Kemenag Tersebut juga mengajak kita untuk tidak terpancing dengan adanya kasus tersebut. Hanya butuh kebersamaan dan toleransi saja.

Menteri Agama tersebut juga mengapresiasi langkah aparat Polri tersebut yang telah sigap dalam menangani kasus yang demikian.

Menurutnya juga, perihal menistakan agama itu tidak dibenarkan apapun alasannya. Maka dari itu, aparat juga perlu dengan tegas dalam menghadapi problem seperti ini.

Sudah Tidak Ada di Indonesia Sejak 2018

Pada kenyataannya, Paul sudah bukan menjadi warga Indonesia (WNI) sejak tahun 2018 lalu. Akan tetapi, ia juga tidak mencatatkan diri dari WNI.

Bahkan nama Jozeph Paul bukanlah nama aslinya. Pasalnya, nama asli pelaku Jozeph Paul tersebut adalah Shindy Paul Soerjomoeljono.

Setelah terjadinya kasus penistaan agama oleh Jozeph Paul tersebut ia mendapati jabatan sebagai “Tersangka”. Selain tersangka, Paul juga termasuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang).

Saat ini status jabatannya sebagai DPO sedang berada dalam pengurusan guna bisa sampai ke interpol dengan status red notice bisa untuk dikeluarkan.

Uniknya, Jozeph bukan mengaku bersalah, melainkan ia juga akan melaporkan siapapun yang akan melaporkan atas tindakan penistaan agama Islam Josep Paul tersebut.

Harapan besar Polri Rusdi dengan kepolisian luar negeri karena adanya tindakan penistaan agama Jozeph Paul tersebut juga akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Tags: