Parah! Pendukung Trump Mengamuk Dan Menyerbu Capitol Hill

Fitri Tamara 0

Baru saja kita semua mendengar kabar dari Amerika serikat, yang mana para pendukung Donald Trump menyerbu Gedung Capitol. Aksi itu bertujuan untuk memprotes hasil Pilpres 2020 kemarin dan menolak Joe biden menjadi presiden di AS. Karena kekalahan Trump yang dinilai ada kecurangan didalamnya.

Donald trump sebelumnya sangat memprotes hasil Pilpres ini dan sering mengucapkan kata-kata kasar di twitternya seputar Pilpres Amerika serikat tahun 2020. Yang katanya banyak kecurangan dan bahkan menyebut ini ada kerja sama dengan China yang berniat untuk menjatuhkannya.

Hingga pihak twitter pun mensensor kata-kata kasar Donald trump di twitternya. Twitter juga menyatakan akun @realDonaldTrump akan dikunci selama 12 jam sekaligus meminta Trump menghapus cuitan-cuitan yang dinilai melanggar ketentuan mereka.

Jika Trump tidak menghapusnya, mungkin akun tersebut akan tetap dikunci dan bahkan bukan tidak mungkin akun tersebut akan di banned.

Selain itu, Kepolisian Washington juga mengakui ada seorang perempuan yang diidentifikasi bernama Ashli Babbitt yang ditembak oleh anggotanya.

Hal tersebut tentu membuat kondisi negara Amerika serikat sekarang menjadi sangat panas. Karena dengan melihat penembakan ini para pendukung Trump semakin menggila dan akan maju terus untuk melakukan pembrontakan.

Sebanyak empat mantan presiden Amerika Serikat, pada Rabu (6/1/2021), kompak menghujat Donald Trump atas kerusuhan di Gedung Capitol. Menurut mereka Trump lah dalang dibalik semua ini dan sekaligus menganggap bahwa Donald trump sudah memecah belah Amerika serikat secara tidak langsung.

“Saya syok dengan perilaku sembrono dari beberapa pemimpin politik sejak pemilu dan kurangnya rasa hormat yang ditujukannya hari ini” kata Bush dikutip dari AFP.

Kemudian Bill Clinton mengatakan hal yang serupa dalam penyerbuan gedung Kongres AS tersebut sebagai bentuk provokasi dari Donald trump dan pendukungnya guna membuat kerusuhan.

“Api dikobarkan oleh Trump dan para pendukungnya, termasuk banyak orang di Kongres, untuk membatalkan hasil pemilu di mana dia kalah.” ujar Bill Clinton.

Aksi penyerbuan ini menjadi aksi yang terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah AS di abad ke 20. Apalagi hingga gedung capitol diserbu abis oleh para pendukung fanatik Donald trump.
Aksi tersebut sebenarnya mirip seperti ketika gedung MPR/DPR diserbu oleh ribuan mahasiswa pada tahun 1998. Ketika mahasiswa menuntut Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai presiden kala itu.
Dengan para pengunjuk rasa, pendukung Donald Trump yang menggunakan senjata kemudian memecah jendela dan bentrok dengan polisi hingga memasukan flash bang kedalam ruangan rapat di Gedung Capitol, Washington DC.
Pada akhirnya menyebabkan rapat pengesahan Joe Biden sebagai presiden dihentikan. Joe biden pun sangat marah dengan hal ini, pasalnya dia ingin dilantik sekarang, eh malah jadi dihentikan. Bagaimana bisa dia tidak marah dengan hal tersebut.
“Ini bukan protes! ini pemberontakan!” kata Biden dengan ekspresi yang tidak senang.
Kemudian Walikota Washington DC bahwa jam malam resmi ditetapkan, yang akan diberlakukan mulai jam 18:00 sampai 06:00 (Kamis 06:00 WIB-18:00 WIB). Guna mencegah kerusuhan yang lebih besar lagi.
Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.