Matahari Buatan China, Benarkah Dapat Menghemat Energi?

Fitri Tamara 0

China sedang membuat salah satu hal yang membuat seluruh dunia terkejut. Apalagi kalau bukan membuat Matahari buatan. Banyak yang menyebut ini adalah hal tergila karena dengan adanya matahari asli saja yang jaraknya jauh sekali, kita bisa merasakan panasnya, nah apalagi jika ada matahari buatan yang rencananya akan di taruh di dekat negeri tiongkok.

Banyak yang takut bahwa akan ada radiasi nuklir nantinya, karena bahan yang digunakan untuk membuat matahari buatan ini menggunakan tenaga nuklir. Mereka juga takut kalau ini dapat mencemari lingkungan nantinya.

Namun sudah di tekankan lagi dan lagi oleh pihak sana, bahwa proyek ini bekerja dengan menggabungkan dua inti hidrogen hingga menciptakan energi panas yang luar biasa. Proses ini juga dikenal dengan nama fusi nuklir.

Hanya saja, ini berbeda dengan reaktor nuklir biasa yang menerapkan fisi (pembelahan) inti atom karena tidak mencemari lingkungan. Nuklir biasa bisa menghasilkan limbah radioaktif. Matahari buatan ini dibuat untuk mendapat sumber energi bersih yang ramah lingkungan. Sebab, selama ini kehidupan modern mengandalkan energi karbon yang menimbulkan polusi.

Nah, mengenai hal itu sudah jelas bahwa tidak mencemari lingkungan. Pertanyaan selanjutnya adalah Benarkah ini dapat menghemat energi nantinya. Reaktor matahari buatan China bisa menghasilkan panas dan tenaga yang sangat besar. Bahkan, para peneliti mengklaim energi yang dihasilkan bisa tanpa batas dan punya Panas 10 Kali Lipat dari Inti Matahari.

Jadi tentu saja bisa menghemat energi karena tidak ada keterbatasan. Contohnya saja seperti kita yang memiliki banyak tenaga tentu dengan banyaknya tenaga maka akan lebih banyak juga sebuah ruang yang tersisa sehingga akan menjadi hemat nantinya.

Begitu juga dengan matahari buatan ini, jadi karena energi yang tak terbatas sehingga kita para manusia yang biasa menggunakan energi ini 100%, namun energi yang digunakan tidak terbatas seperti matahari buatan ini, tentu akan menyisakan banyak ruang untuk berhemat.

Gampangnya sih seperti televisi yang slim saja, yang mana dapat menyisakan banyak ruang sehingga dapat lebih menghemat tempat lagi nantinya. Begitu aja contohnya.

Walaupun telah berhasil menyala, proyek ini baru akan beroperasi di tahun 2050 nanti. Pemerintah China berencana akan membangun prototipe industri terlebih dahulu di tahun 2035. Proyek ini juga bekerja sama dengan negara lainnya.

Untuk menciptakan matahari buatan China ada sebanyak 35 negara ikut terlibat. Negara-negara yang terlibat adalah Amerika Serikat, Uni-Eropa, Rusia, Jepang, India dan Korea selatan.

proyek matahari buatan China ini rencananya akan dibuat untuk bekerja sama dengan ilmuwan yang mengerjakan Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional (ITER), sebuah proyek penelitian fusi nuklir terbesar di dunia yang berbasis di Prancis.

Ya kita tunggu saja beberapa tahun ke depan. Bagaimana nantinya proyek matahari buatan ini, akankah membuat seluruh manusia dapat hidup lebih enak dan efisien atau sebaliknya, Mari kita tunggu.

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.