Jakarta PSBB Lagi 14 September 2020, Dampak Positif Atau Negatif?

Fitri Tamara 0

Ulasku.com – Anies Baswedan telah memutuskan secara cepat sekali, dalam hitungan jam, untuk membuat status Jakarta menjadi PSBB Total lagi.

Status ini merupakan kedua kalinya, dan akan mulai berjalan 14 September 2020.

Reaksi dari berbagai pihakpun mulai beterbangan ke sana sini, di online pun banyak sekali orang yang bereaksi dan dari kalangan artis pun meresponi keputusan ini.

PSBB ini diputuskan menurut Anies setidaknya setelah ada instruksi dari Jokowi tentang kesehatan adalah nomor #1 , dan ekonomi akan mengikuti.

Walaupun tidak bisa ditelan mentah- mentah juga sih dalam hal ini, karena keduanya dipastikan harus berjalan beriringan bila tidak ingin kehilangan ekonomi setelah masyarakat menjadi sehat dan datang lagi ancaman dari luar negeri secara ekonomi.

Terlepas dari keputusan Anies yang banyak mengundang kontroversi ini, berikut ini adalah analisa dampak yang akan terjadi untuk banyak pihak lainnya.

Dampak Kurva covid19 Jakarta

Diharapkan tidak terulang dari yang sudah- sudah untuk bisa menurunkan angka covid19 korban yang ada positif setiap harinya.

Sebenarnya agak bingung juga sih, dimana si Anies pernah bilang bahwa di satu sisi angka positif covid19 dia mau supaya banyak semakin baik, artinya test itu berjalan, dan bila test berjalan maka orangnya akan bisa diisolasi supaya tidak menular ke yang lain. (pola pikir yang agak terbalik bagi sebagian orang).

Di sisi lain sekarang Anies bilang bahwa bila terus- terusan rekor seperti ini maka Jakarta berada di sisi yang jauh lebih berbahaya ketimbang yang dulu.

Jadi dia sendiri yang bilang 2 hal yang bertentangan, bagaimana menurut Anda?

Dampak Ekonomi Indonesia & Bursa Saham

Hari pertama keputusan PSBB total akan dilakukan dampaknya kepada ekonomi & bursa saham Indonesia langsugn bisa dilihat.

Bursa IDX minus 5% an dalam 1 hari, yang membuat bursa ditutup beberapa saat karena market drop luar biasa.

Ekonomi Indonesiapun diprediksi turun banyak drastis dan bersiap untuk resesi. Kabar ini datang dari banyak pihak, baik itu analisa, maupun menteri keuangan itu sendiri yang sekarang terkesan lebih terbuka kepada masyarakat.

Resesi memang bukan kabar baru sekarang ini karena sudah ada 40 an negara lebih yang terkena resesi, namun yang dikuatirkan adalah angka minusnya jauh lebih turun/ rendah lagi ketimbang yang sebelumnya ada pengumuman PSBB ini.

Dampak Masyarakat

Masyarakatpun tidak suka sama sekali dengan yang namanya PSBB, apalagi ada tambahan kata- kata ‘total’ di sana.

Masyarakat yang punya bisnis sudah resah, pebisnis real seperti restoran, cafe, tempat hiburan, juga yang punya profesi ojek onlinepun was- was.

Berkaca dari PSBB kemarin kegiatan ekonomi melambat dengan sangat. Masyarakat berkegiatan dari rumah, rapat virtual, WFH, jalan sepi, mood belanjapun menjadi sangat jelek.

Para pebisnis restoran dan cafe sudah diumumkan tidak boleh ada makan di tempat, hanya boleh take away. Ini jelas akan berdampak ke omset para pebisnis ini, dan pada gilirannya akan berdampak lagi ke karyawan yang mulai dikurangi pastinya.

Terakhir, pebisnis properti juga sudah teriak- teriak karena dengan perlambatan ekonomi seperti ini, para pebisnis properti jelas tidak bisa jualan.

Bagaimana menurut Anda keputusan Jakarta PSBB total 14 september 2020 kali ini oleh Anies?

Bijaksana? Ada solusi lain?

Tags:

Fitri Tamara

Hobi menulis, suka dengan pembahasan teknologi dan aplikasi smartphone. Sempat menjadi penulis untuk sejumlah website, dan kini menjadi kontributor di Ulasku.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.